Minggu, 01 Agu 2021 20:54 WIB

Frustrasi Saat Jagoan Kalah Bertanding, Inikah yang Terjadi di Otak?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Anthony Sinisuka Ginting gagal ke final bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Anthony dipaksa mengakui keunggulan Chen Long dua gim langsung 16-21, 11-21. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

3. Tubuh yang bereaksi terhadap otak

Pada pertandingan olahara yang intens kita mungkin akan merasakan tubuh tegang dan mudah berkeringat, serta detak jantung yang berdetak lebih cepat atau merasakan sensasi menggelitik di perut akibat terlalu gugup. Kondisi ini bukan sekadar imajinasi.

"Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggemar olahraga dapat memiliki kecemasan yang intens sebelum pertandingan besar, seperti halnya para pemain itu sendiri," kata Michael Grabowski, Ph.D, profesor komunikasi di Manhattan College.

Selain itu, menonton sepak bola juga dapat meningkatkan detak jantung ke tingkat yang sama dengan melakukan olahraga berat.

Pernyataan ini didukung studi yang dilakukan Canadian Journal of Cardiology. Studi ini menemukan bahwa penonton pertandingan hoki profesional mengalami peningkatan denyut jantung yang setara dengan menjalani olahraga berat. Hal yang sama juga bisa dialami penonton sepak bola.

Kondisi-kondisi tersebut memang tidak berpengaruh besar pada kesehatan. Namun, perlu diperhatikan bahwa kondisi yang dialami otak dan tubuh saat menonton pertandingan olahraga pada orang muda dan orang yang lebih tua berbeda. Orang lebih tua atau kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi menderita stroke atau serangan jantung selama menonton pertandingan.

Oleh karena itu, tetap perhatikan kesehatan selama menonton pertandingan olahraga. Lakukan jeda sejenak jika merasa lelah, terlalu bersemangat atau terlalu kesal hingga mencapai titik di mana hal tersebut mengganggu kesehatan atau merasakan ketidaknyamanan pada anggota tubuh tertentu

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Jangan Mager Olahraga, Dengerin Nih Pesan Liliyana Natsir!"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)