Senin, 02 Agu 2021 12:30 WIB

Banyak Warga Telat Dapat Vaksin COVID-19 Kedua, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tak sedikit yang belum menerima dosis vaksinasi kedua COVID-19. Seperti yang terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pekan lalu. Akibat keterbatasan stok, jadwal vaksinasi COVID-19 kedua sejumlah warga tertunda.

Karenanya, ada kekhawatiran apakah keterlambatan dosis kedua vaksin COVID-19 karena stok terbatas berdampak pada antibodi pasca divaksinasi. Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi meluruskan hal tersebut.

Ia mengklaim, efektivitas vaksin COVID-19 tidak akan terganggu meskipun diberikan dalam waktu lebih lama. Mengapa begitu?

"Masih efektif, kan pada orang yang tidak sehat saat jadwal vaksin kedua kita tunda juga vaksinnya," dr Nadia menjelaskan aturan 3 bulan pasca sembuh COVID-19, penyintas baru boleh divaksinasi.

dr Nadia menjelaskan masalah stok vaksinasi COVID-19 kedua terhambat dikarenakan proses produksi Bio Farma hingga pengawasan kualitas vaksinasi COVID-19. Meski begitu, ia menyarankan warga tetap mengikuti jadwal vaksinasi COVID-19 tepat waktu jika tidak ada kendala.

"Ini karena kemarin proses rilis produksi dari Bio Farma jumlahnya hanya 3 sampai 5 juta ya," lanjut dia.

"Dan proses quality control (QC) juga dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agak telat," sambungnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)