Senin, 02 Agu 2021 12:59 WIB

Menkes Akui Ada Ketimpangan Suplai Vaksin COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Guna atasi pandemi COVID-19, wajib vaksin pun jadi syarat bagi warga untuk beraktivitas di Ibu Kota. Program vaksinasi COVID-19 pun terus digenjot di Jakarta. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah mendorong warga segera mendapat vaksinasi agar kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai. Namun, beberapa daerah belakangan melaporkan sulit melanjutkan program vaksinasi karena suplai yang terbatas.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa memang ada ketimpangan dalam distribusi. Indonesia disebut baru memiliki dosis vaksin COVID-19 untuk sekitar 22 persen populasi dan saat ini diprioritaskan pada kabupaten/kota dengan kasus yang tinggi.

"Kenapa kita berikan (vaksin) ke beberapa kabupaten/kota lebih banyak? Karena memang kematiannya paling tinggi di sana. Orang yang terkena paling tinggi di sana. Jadi mohon pengertiannya, memang sampai di bulan Juni kita baru mendapat sekitar 22 persen dari total vaksin yang kita butuhkan," kata Menkes Budi dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021).

Indonesia rencananya akan mendapat tambahan lebih dari 300 juta dosis vaksin COVID-19 mulai dari bulan Agustus sampai Desember. Menkes Budi mengatakan pada saat itu program vaksinasi di daerah-daerah juga akan ditingkatkan secara bertahap.

"Itu adalah saatnya kita bekerja keras bersama-sama melakukan vaksinasi," pungkas Menkes Budi.



Simak Video "Jokowi Minta Stok 41 Juta Vaksin Covid-19 Segera Dihabiskan!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)