Senin, 02 Agu 2021 14:50 WIB

Data Kematian Corona DKI, Menkes: Hanya 0,21 Persen yang Sudah Divaksin

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah kendaraan ambulans dan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 antre untuk masuk kawasan Rumah Sakit Darurat  COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (10/6). Foto ilustrasi: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut proporsi pasien yang meninggal akibat virus Corona di DKI Jakarta dan sudah divaksinasi COVID-19 sebesar 0,21 persen. Artinya, sebagian besar pasien Corona yang wafat adalah mereka yang belum divaksinasi.

"Data dari DKI yang wafat sudah divaksin itu besarnya 0,21 persen," kata Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Menurut Menkes Budi, ini membuktikan vaksinasi COVID-19 dapat menurunkan risiko kematian akibat infeksi virus Corona. Ia menjelaskan proporsi kasus kematian ini juga terjadi di daerah-daerah lain yang tingkat vaksinasinya tinggi.

"Itu data-data yang menunjukkan vaksinasi sejak awal bukan membuat kita kebal seperti superman, tetap bisa menular, tapi orang yang parah sakitnya menjadi mild, dari sedang menjadi ringan, ringan menjadi tanpa gejala," jelasnya.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id per 1 Agustus 2021, total orang yang sudah mendapat dosis pertama vaksin COVID-19 di DKI Jakarta ada sebanyak 7.597.843 orang (86,2 persen), sementara yang telah menerima dosis kedua vaksin baru mencapai 2.716.121 orang (30,8 persen).

Apabila dilihat dari perkembangan kasusnya, total orang yang telah terkonfirmasi positif Corona di DKI Jakarta ada sebanyak 817.354 kasus. Meski demikian, 789.261 dari total kasus tersebut sudah dilaporkan sembuh, namun ada 12.209 pasien yang dinyatakan meninggal dunia.



Simak Video "Menkes Kenang Dulu Indonesia di-Bully Selesai Vaksin 10 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)