Selasa, 03 Agu 2021 08:10 WIB

Wuhan Kecolongan COVID-19 Varian Delta Usai Berbulan-bulan Bebas Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. Foto: AP Photo
Jakarta -

China kecolongan COVID-19 varian Delta, kasus merebak ke sejumlah wilayah termasuk tempat pertama kali Corona dilaporkan Desember 2019 lalu, yaitu Wuhan.

Berbulan-bulan bebas COVID-19, Delta menyerang hampir 32 provinsi China dalam dua minggu. Total infeksi COVID-19 yang dilaporkan sejauh ini adalah 300 kasus, menunjukkan penyebaran varian Delta sangat cepat.

China langsung menggencarkan tes massal dan pelacakan kontak erat agresif hingga menerapkan lockdown. Namun, varian Delta sudah menyebar luas, karena sebagian besar orang sebelumnya sudah melonggarkan aturan masker hingga menjaga jarak.

Dikutip dari Bloomberg, pada Senin, China mencatat 99 asus COVID-19, termasuk 44 orang yang positif Corona tanpa gejala. Ada tujuh orang di antaranya berada di Wuhan.

Dengan total akumulatif kasus COVID-19 saat ini tertinggi sejak wabah merebak di provinsi Hubei China Januari lalu dengan sekitar 2 ribu kasus.

Munculnya kasus COVID-19 di Wuhan dinilai memprihatinkan lantaran kota tersebut hampir setahun terbebas dari pandemi COVID-19. Tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan adalah wabah pertama sejak keberhasilan menekan kasus COVID-19 usai kota berpenduduk 11 juta orang di-lockdown tahun lalu.

"Wabah klaster telah terjadi satu demi satu di seluruh negeri dan banyak kasus telah dilaporkan di Beijing, yang mengarah ke fase kritis dalam respons epidemi kami," kata Pang Xinghuo, wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing.

"Kita tidak bisa melepaskan satu untai pun risiko dan bahaya tersembunyi."

Infeksi delta awal tiba melalui penerbangan luar negeri dari Moskow ke kota Nanjing di China timur pada pertengahan Juli, dan menyebar ke sekelompok staf kebersihan bandara. Dalam beberapa minggu, kasus juga muncul hingga pulau Hainan di selatan China, 1.900 kilometer (1.180 mil) dari Nanjing.

Tingkat vaksinasi China mendekati 60 persen dan termasuk yang tertinggi di dunia, tetapi masih harus dilihat apakah vaksin Corona yang dipakai di negara tersebut dapat memperlambat penyebaran delta.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)