Selasa, 03 Agu 2021 08:37 WIB

Singapura Izinkan Sinovac untuk Dosis Kedua Jika Alergi Pfizer-Moderna

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP) Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI
Jakarta -

Singapura mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac buatan China untuk suntikan dosis kedua, jika pada dosis pertama mengalami alergi terhadap vaksin mRNA, baik Pfizer maupun Moderna. Ini disampaikan oleh Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura, Janil Puthucheary, dalam sidang Parlemen pada Senin (2/8/2021) kemarin.

Dalam pemaparannya, Janil mengatakan vaksin ini akan diberikan sebagai dosis kedua untuk warganya yang mengalami reaksi alergi, pasca pemberian suntikan dosis pertama dengan vaksin jenis mRNA. Mereka yang menerima suntikan tersebut akan dianggap sudah divaksinasi lengkap.

Janil mengatakan mereka yang akan menerima suntikan vaksin kedua ini di klinik rumah sakit umum, dengan tujuan pemantauan lebih dekat. Hal ini mengingat reaksi alergi yang muncul pada suntikan sebelumnya.

Dikutip dari Channel News Asia, vaksin Pfizer dan Moderna yang disetujui untuk digunakan dalam program nasional ini menggunakan teknologi mRNA. Ini mengajarkan sel untuk membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh.

Jenis vaksin tersebut berbeda dengan vaksin Sinovac atau CoronaVac yang menggunakan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan.

Sebelumnya, Singapura menemukan empat kasus anafilaksis atau respon alergi parah dengan cepat yang dialami para penerima suntikan dosis pertama dari Pfizer-BioNTech.

Janil menjelaskan empat orang tersebut berusia antara 20 hingga 30 tahun. Seluruhnya mengalami sesak napas, ruam, bibir bengkak, sakit tenggorokan dan pusing. Namun, ia mengatakan jika seluruh kasus bisa terdeteksi dan segera diobati.

"Satu orang dalam observasi selama beberapa jam sementara beberapa lainnya keluar dari rumah sakit setelah observasi satu hari di rumah sakit atau dirawat. Tidak ada yang memerlukan ICU," jelasnya.

Diketahui, seluruh pasien yang mengalami reaksi tersebut tidak memiliki riwayat alergi parah yang bisa menghambat penerimaan vaksin. Sementara tidak orang di antaranya memiliki alergi rinitis dan makanan seperti kerang.



Simak Video "Vaksin Moderna Jadi Primadona, Pakar Ingatkan Stoknya Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)