Selasa, 03 Agu 2021 09:07 WIB

Luhut Bilang Herd Immunity Sulit Dicapai, Apa Artinya? Ini Kata Pakar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membenarkan herd immunity sulit tercapai karena tidak ada vaksin COVID-19 dengan efikasi 100 persen. Efikasi yang dimaksud 100 persen benar-benar mencegah risiko terinfeksi Corona.

Hingga kini, tidak ada data negara yang melaporkan pencapaian herd immunity. Terlebih di tengah peningkatan kasus COVID-19 varian Delta di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat yang cakupan vaksinasi-nya sudah mencapai 70 persen.

"Pada akhirnya setelah setahun lebih bisa dipahami bahwa memang herd immunity ini janganlah jadi target, karena sulit, efikasi yang dimaksud 100 persen itu efikasi mencegah penularan," jelas Dicky kepada detikcom Selasa (3/7/2021).

"Ada tiga efikasi, efikasi vaksin dalam mencegah terinfeksi, mencegah keparahan atau gejala, dan efikasi mencegah kematian," sambungnya.

Dicky menilai fokus pemerintah saat ini harus berada di tracing, testing, dan treatment sembari menunggu perkembangan vaksin COVID-19 ke depan. Namun, bukan berarti vaksinasi COVID-19 saat ini lantas tidak bermanfaat.

Efikasi vaksin COVID-19 dalam mencegah risiko gejala COVID-19 parah dan kematian Corona mampu menekan kasus rawat inap hingga angka wafat COVID-19.

"Kalau herd immunity itu efikasi mencegah penularan, nah itu yang bukan hanya sulit, tapi belum ada datanya. Tapi, sekarang, kita melihat dua manfaat efikasi dalam mencegah terinfeksi walaupun nggak 100 persen, mencegah gejala keparahan dan kematian," sambung dia.

"Nah adapun untuk herd immunity efikasi mencegah penularan itu seiring waktu kan vaksin ini akan terus dikembangkan, jadi kapan terbentuk ya nggak tahu, ini yang selalu saya bilang jangan mengandalkan vaksin. Ada vaksinasinya, tapi manfaatnya adalah mencegah kesakitan dan kematian," pungkasnya.

Sulitnya herd immunity tercapai diungkap Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Pandjaitan, usai beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menargetkan herd immunity (kekebalan kelompok) COVID-19 terwujud di Jawa-Bali pada Agustus ini.

"Dan ini semua kami persiapkan untuk menahan endemik ini, karena herd immunity ini sulit dicapai karena efikasi pada setiap vaksin itu tidak ada yang 100%," kata Luhut lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021).



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)