Selasa, 03 Agu 2021 10:24 WIB

Varian Lambda Disebut Lebih 'Kebal' Vaksin COVID-19, Sudah Ada di RI?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Peru coronavirus invasion crisis abstract background. Foto: Getty Images/iStockphoto/Darryl Fonseka
Jakarta -

Peneliti Jepang menyebut varian Lambda yang pertama kali teridentifikasi di Peru lebih resisten terhadap vaksin, daripada versi asli virus Corona yang terdeteksi pertama kali di Wuhan China.

Dalam percobaan laboratorium, para peneliti menemukan tiga mutasi pada spike protein varian Lambda yaitu RSYLTPGD246-253N, 260 L452Q, dan F490Q ini membantu varian tersebut melawan netralisasi antibodi dari vaksin.

Dikutip dari The West Australia, mereka menyimpulkan dua mutasi tambahan yaitu T76I dan L452Q, membantu varian Lambda menjadi sangat menular.

COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, DkkCOVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk Foto: infografis detikHealth

Dalam sebuah makalah yang dipublikasi di bioRxiv tetapi belum peer-reviewed, para peneliti memperingatkan penetapan varian Lambda hanya sebagai Variant of Interest, bukan sebagai Variant of Concern membuat orang tidak menyadari ada ancaman yang serius dari varian ini.

Meski begitu, peneliti senior dari Universitas Tokyo Kei Sato mengatakan sampai saat ini belum jelas apakah varian Lambda ini lebih berbahaya dari varian Delta.

"Lambda dapat menjadi ancaman potensial bagi manusia," kata Kei Sato.

Apakah varian Lambda sudah ada di Indonesia?

Sejauh ini, varian Lambda sudah ditemukan di 29 negara di dunia. Namun, hingga kini Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan belum ada laporan varian lambda di Indonesia.

"Belum (ada varian lambda)," demikian konfirmasi singkat kepada detikcom Selasa (29/6/2021).



Simak Video "Menkes Pantau Perkembangan Varian Baru Covid, Salah Satunya Lambda"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)