Selasa, 03 Agu 2021 20:16 WIB

Stok Vaksin Ludes dan Baru Sasar 13 Persen Target, Klaten Minta Jadi Prioritas

Achmad Syauqi - detikHealth
Bupati Klaten Sri Mulyani minta pusat memprioritaskan vaksin COVID-19 untuk wilayahnya. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Ketercapaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Klaten baru mencapai 13 persen dari target sasaran total 1 juta jiwa. Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten meminta pusat menjadikan Klaten prioritas secepatnya.

"Kondisi Klaten harus menjadi prioritas utama pemerintah pusat harusnya. Karena vaksin hanya sedikit sekarang, baru 205.000 orang dari target 1 juta jiwa," ungkap Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani yang juga Bupati Klaten, Selasa (3/8/2021) siang.

Mulyani mengatakan permasalahan vaksin COVID-19 di Klaten paling utama karena ketergantungan pada pusat. Selama pusat cepat, Klaten juga bisa cepat.

"Vaksin kondisinya sama, bahwa kita tidak bisa membuat sendiri, kita tidak bisa membeli sendiri. Vaksin kita njagake pusat, kalau pusat cepat kita bisa juga cepat," sambung Mulyani.

Saat ini menurut Mulyani tidak ada stok vaksin di Klaten. Upaya lobi kepada perusahaan swasta juga dilakukan tetapi khusus untuk remaja.

"Stok tidak ada, tidak ada stok. Kita lobi-lobi ke perusahaan, kan ada beberapa tempat perusahaan yang memvaksinasi remaja tapi kita belum ada," papar Mulyani.

Capaian vaksinasi, sebut Mulyani, baru 13 persen untuk suntikan pertama dan untuk yang sudah tahap dua baru mencapai 9 persen. Padahal target 1 juta lebih.

"Yang tahap pertama baru 13 persen dan tahap kedua baru 9-10 persen. Padahal target kita 1 juta lebih, termasuk dengan remaja sehingga kita butuh 2 juta dosis totalnya," imbuh Mulyani.

Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo mengatakan Pemkab sudah mengajukan tambahan ke pusat lewat provinsi. Klaten minta dijadikan prioritas.

"Karena Klaten kasusnya seperti ini saya minta diprioritaskan. Stok yang habis itu di gudang, tapi di faskes masih tapi sudah ada calon sasaran," terang Cahyono pada detikcom.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)