Selasa, 03 Agu 2021 20:54 WIB

Dear Kemenkes, Grobogan Ternyata Kekurangan Vaksin COVID-19!

Manik Priyo Prabowo - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Grobogan -

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa stok vaksin COVID-19 di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berlimpah. Entah kekurangan vaksinator atau karena lamban proses vaksinasi. Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah pun datang ke Kabupaten Gronogan untuk mengecek langsung, Selasa 3 Agustus 2021.

Namun dalam pengecekan ke Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Ganjar menanyakan soal sistem laporan pasca vaksinasi dan pra vaksinasi.

Ganjar bersama vaksinator Puskesmas Penawangan ini sempat kebingungan antara penjelasan laporan pasca vaksinasi dari lapangan. Sebab, data laporan pasca vaksin ini ternyata belum bisa dimasukkan ke sistem Pcare milik Kementerian Kesehatan.

"Ini yang menjadi masalah. Pantas saja data vaksin di Grobogan terlihat stoknya masih banyak. Padahal di lapangan vaksinator menunggu vaksin dari Kemekes," jelas Ganjar.

"Bahkan Bupati Grobogan juga beberapa kali minta ditambah stok vaksin untuk mempercepat vaksinasi," lanjutnya.

Tak ada pengunggahan data pasca vaksinasi yang sudah disuntikkan ini, menurut Ganjar satu pokok masalah yang membuat data vaksin Kemenkes seakan belum tersuntikkan.

Melihat belum adanya laporan pasca vaksinasi, Ganjar akan membicarakan bersama Dinas Kesehatan Kota, Kabupaten dan Provinsi di Jawa Tengah.

Langkah ini akan efektif melihat langsung bagaimana kendala laporan pasca vaksinasi di Pcare. Apakah karena sistem Pcare milik Kemenkes ini terdapat kendala saat pengunggahan data atau ada kendala lain dari SDM.

"Ternyata, data di aplikasi Smile tidak sesuai seperti di lapangan. Sebab sebelumnya, Bupati Grobogan selalu meminta tambahan vaksin. Namun di data Smile dari pemerintah pusat, stok vaksin di Grobogan masih banyak sehingga tidak dikirim," tandasnya.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)