Rabu, 04 Agu 2021 11:15 WIB

Atlet Ini Ngotot Pakai Masker Saat Tanding Olimpiade Tokyo, Alasannya Bikin Haru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
TOKYO, JAPAN - AUGUST 03: Lucas Saatkamp #16 of Team Brazil hits the ball against Team Japan during the Mens Quarterfinals volleyball on day eleven of the Tokyo 2020 Olympic Games at Ariake Arena on August 03, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Toru Hanai/Getty Images) Foto: Getty Images/Toru Hanai
Jakarta -

Bagi pemain bola voli asal Brasil Lucas Saatkamp, keputusan mengenakan masker di Olimpiade Tokyo adalah tentang melindungi keluarganya dari COVID-19.

Memiliki seorang putra berusia 5 tahun di Brasil yang perlu menggunakan inhaler karena masalah pernapasan, hal yang paling ingin dilakukan Lucas adalah melindungi putra, istri, dan putrinya yang baru lahir.

"Saya bukan ingin menjadi model untuk menggunakan masker. Satu-satunya poin utama saya adalah melindungi diri saya dan keluarga saya. Bukan untuk menjadi panutan," katanya dikutip dari AP News.

Lucas mengatakan dia terinfeksi virus Corona pada Januari lalu, mengalami demam dan sakit kepala parah, tetapi tidak ada masalah besar. Meski sudah sembuh dari penyakit itu dan sudah divaksinasi sebelum datang ke Olimpiade, dia tetap membuat keputusan untuk memakai masker.

Lucas mengatakan masker tidak terlalu mempengaruhi penampilannya di lapangan. Hal ini terlihat dari timnya yang berhasil melaju ke babak semifinal setelah berhasil mengalahkan tim tuan rumah Jepang.

"Bagi saya, tidak jadi masalah karena bola voli berbeda dengan olahraga lain. Ada lebih banyak jeda untuk memiliki waktu untuk bernapas, tidak seperti berlari atau sepakbola," ungkapnya.

Lucas bukan satu-satunya bintang bola voli Brasil yang bermain dengan topeng. Rekan setimnya Mauricio Borges, yang bermain sebagai cadangan, juga berkompetisi dengan masker, seperti halnya setter wanita Macris Carneiro sebelum dia mengalami cedera pergelangan kaki saat menang atas Jepang.

Sementara itu, rekan satu timnya mengagumi apa yang dilakukan Lucas. Mereka tidak bisa menirunya.

"Bagi saya, ini agak sulit," kata kapten tim Bruno Rezende.

"Saya mencoba menjadi setter dan banyak memotivasi dan banyak berbicara dengan rekan satu tim saya dan terkadang dengan masker itu tidak mudah. Saya sangat menghormatinya," lanjut Bruno.

Lucas mengatakan masalah di negaranya dengan COVID-19 sangat serius. Brasil memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan 556 ribu kematian. Itu sebabnya, memakai masker terasa seperti harga kecil yang harus dibayar.

"Itu tidak membuat saya melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan. Saya ingin memiliki kehidupan yang normal," pungkas Lucas.



Simak Video "Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)