Rabu, 04 Agu 2021 14:37 WIB

Viral Atlet AS Belum Vaksin COVID-19 dan Ogah Pakai Masker di Olimpiade

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
TOKYO, JAPAN - JULY 31: Michael Andrew of Team United States reacts after competing in the Second semifinal of the Mens 50m Freestyle at Tokyo Aquatics Centre on July 31, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Maddie Meyer/Getty Images) Michael Andrew. (Foto: Getty Images/Maddie Meyer)
Jakarta -

Menggelar olimpiade di tengah pandemi COVID-19 tentu tidak mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para atlet, salah satunya adalah memakai masker.

Namun muncul polemik di tengah euforia Olimpiade Tokyo yang berlangsung tahun ini. Salah satu atlet renang asal Amerika Serikat, Michael Andrew, ikut serta tapi menolak untuk vaksinasi COVID-19.

"Alasannya adalah ini (Olimpiade Tokyo 2020) adalah semacam momen terakhir, saya tidak ingin memasukkan apapun di tubuh saya karena saya tidak tahu bagaimana itu akan bereaksi," katanya kepada AP News.

Belum lagi, atlet berusia 22 tahun itu juga lagi-lagi mendapat kritik karena tidak memakai masker saat diwawancarai oleh wartawan.

Sebagian besar perenang mengenakan masker di luar kolam, sementara media dan pekerja diharuskan mengenakan masker di Tokyo Aquatics Centre.

"Setelah mengalami tekanan di dalam air, saya kesulitan bernapas jika harus berbicara dengan mengenakan masker. Nanti kesehatan saya justru terganggu karena sesak napas ketimbang melindungi diri dari virus," katanya saat ditanya alasan tak memakai masker.

Keputusannya ini mendapat teguran awal dari Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS, namun Michael disebutiakn tidak melanggar langkah-langkah mitigasi COVID-19 di Olimpiade 2020.

"Michael telah diingatkan tentang kebijakan Olimpiade dan menetapkan protokol mitigasi COVID, dan telah mengakui pentingnya mengikuti semua pedoman yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan atlet dan masyarakat," kata pejabat USOPC.

Kebijakan panitia penyelenggara Tokyo menyatakan bahwa setelah kompetisi, semua atlet harus memakai masker, tetapi masker itu dapat dilepas selama wawancara media di zona campuran.

Diperkirakan 93.000 orang, termasuk 15.400 atlet, berada di Olimpiade. Protokol yang harus mereka ikuti dimulai 14 hari sebelum bepergian, untuk memastikan mereka tidak tertular COVID-19 sebelumnya.

Setelah di Olimpiade, atlet dan ofisial menerima tes COVID-19 dan dikarantina selama tiga hari.

"Pengujian COVID-19 di Olimpiade untuk atlet, pada prinsipnya, akan dilakukan setiap hari," dikutip dari laman Olympics.

Memang penyelenggara tidak mengharuskan vaksin COVID-19 sebagai syarat mengikuti Olimpiade. Namun mereka mendorong para atlet dan kontingennya untuk mendapatkan vaksinasi di negara asal mereka sebelum pertandingan.



Simak Video "Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)