Rabu, 04 Agu 2021 22:03 WIB

China Buru-buru Suntik Vaksin COVID-19 untuk Anak, Ada Apa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
The hands in blue glove of the scientist hold the processor Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

China telah meluncurkan kampanye vaksinasi COVID-19 untuk anak berusia 12-17 tahun. Pengamat percaya bahwa meningkatkan tingkat vaksinasi untuk seluruh populasi, termasuk anak di bawah umur, penting untuk mengatasi varian Delta merajalela, yang jauh lebih menular, serta kemungkinan varian baru di masa depan.

Kementerian Pendidikan China (MOE) telah mendesak otoritas lokal di seluruh negeri untuk mempromosikan vaksinasi bagi para siswa.

"Vaksinasi harus ditawarkan kepada semua siswa yang memenuhi syarat di bawah usia 18 tahun, dan itu harus dilakukan dengan persetujuan siswa atau wali mereka" tulis pemberitahuan tersebut.

Media lokal China Global Times mengatakan upaya vaksinasi tersebut sejalan dengan munculnya kembali wabah Corona di Nanjing, yang telah menyebabkan lebih dari 300 infeksi di setidaknya 27 kota di 18 provinsi di seluruh negeri. Beberapa anak terinfeksi COVID-19 di Nanjing, dan pasien termuda yang dikonfirmasi adalah bayi berusia 8 bulan.

Beberapa tempat telah meluncurkan kampanye vaksinasi untuk anak 12-17 tahun sejak akhir Juli, termasuk Kota Tianjin China Utara, Kota Chongqing China Barat Daya dan Provinsi Henan China Tengah, dan siswa harus didampingi oleh wali untuk mendapatkan vaksinasi.

Ahli virologi dan imunologi China mengatakan ketika varian Delta merajalela secara global, sangat penting untuk membangun kekebalan melalui vaksinasi massal, yang juga penting untuk menghindari mutasi virus lebih lanjut.

Tao Lina, seorang ahli vaksin yang berbasis di Shanghai, mengatakan bahwa anak-anak dan remaja adalah kelompok kunci bagi China untuk mencapai kekebalan kelompok, dan sebagian besar remaja tidak memiliki kekebalan terhadap COVID-19, sehingga vaksinasi dapat melindungi mereka dari gejala parah dan kematian akibat Corona.

"Meskipun kebanyakan remaja hanya mengalami gejala ringan, mereka masih dapat menulari orang lain, terutama anggota keluarga, teman sekolah, dan guru, yang dapat dengan mudah memicu wabah baru. Mereka yang tidak divaksin karena penyakit yang mendasarinya mungkin mengalami gejala yang parah," kata Tao.

Tetapi dia memperingatkan bahwa kaum muda tidak boleh lengah bahkan setelah vaksinasi, dan mereka harus menjaga tindakan pencegahan seperti mengenakan masker di tempat umum, karena vaksin tidak dapat memberikan perlindungan 100 persen.

Selanjutnya, kampanye vaksinasi China akan mencakup anak-anak berusia 3-12 tahun.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)