Kamis, 05 Agu 2021 05:00 WIB

Studi Temukan Kurang dari 4 Persen Anak-anak Mengalami Gejala Long COVID

Firdaus Anwar - detikHealth
Image of Asian mother help her daughter wearing medical mask to prepare go to school. Avoiding Covid-19 or coronavirus outbreak. Foto: iStock
Jakarta -

Fenomena gejala 'sisa' dari infeksi COVID-19 atau long COVID dapat dialami oleh anak-anak. Hanya saja jumlahnya menurut studi memang tidak sebanyak pada populasi deawasa.

Peneliti dari King's College London, Inggris, mengetahuinya setelah menganalisa data dari 1.734 anak-anak usia 5-17 tahun yang pernah terinfeksi COVID-19. Ditemukan kurang dari empat persen anak-anak yang melaporkan gejala setelah empat minggu dan hanya sekitar dua persen yang mengalami gejala sampai delapan minggu.

Sebagai perbandingan, studi lain oleh peneliti di Imperial College London menemukan setidaknya 37,7 persen pasien dewasa bisa mengalami gejala COVID-19 sampai lebih dari 12 minggu.

Gejala long COVID yang paling banyak dilaporkan anak-anak adalah sakit kepala dan kelelahan. Gejala lain yang juga turut dilaporkan mulai dari hilangnya fungsi indra penciuman sampai sakit tenggorokan.

Salah satu peneliti, Emma Duncan, mengatakan pesan yang bisa diambil oleh orang tua adalah agar tidak menyepelekan keluhan anak-anak yang mungkin baru sembuh dari COVID-19. Bisa jadi itu merupakan gejala dari long COVID.

"Bisakah anak mengalami gejala jangka panjang dari COVID-19? Jawabannya bisa, tapi memang mungkin tidak banyak dan biasanya akan sembuh sendiri," kata Emma seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/8/2021).

"Anak-anak bisa mengalami gejala jangka panjang karena penyakit apapun. Karena itu kita perlu benar-benar memerhatikan anak yang jatuh sakit, terlepas apakah penyakitnya itu COVID-19 atau bukan," pungkas Emma.



Simak Video "Temuan WHO: Seperempat Penyintas Corona di Dunia Alami Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)