Kamis, 05 Agu 2021 07:15 WIB

Gejala COVID-19 pada Ibu Hamil dan Tips Agar Terhindar dari Penularan

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
vaksin ibu hamil Foto: iStockphoto
Jakarta -

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada ibu hamil terus meningkat. Hal ini membuat ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatannya.

Kehamilan membuat sedikit perubahan unik pada sistem imun tubuh. Pada saat bersamaan, tubuh juga harus melindungi dirinya sendiri dan menjaga janin yang sedang tumbuh.

Kondisi ini mungkin diperburuk jika ibu hamil memiliki komorbid. Sebab, ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 dengan komorbid, akan berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat dibanding populasi umum.

Selain itu, kehamilan juga membuat kerja paru-paru dan sistem kardiovaskuler meningkat, terutama di trimester akhir kehamilan. Sehingga, sangat berbahaya jika terkonfirmasi COVID-19 dalam kondisi hamil karena organ paru-paru akan menjadi bagian yang paling berpengaruh akan semakin bertambah berat kerjanya.

Untuk itu, ibu hamil mesti membentengi diri dari virus COVID-19 dengan beberapa cara berikut.

  • Wajib memakai masker
  • Rajin cuci tangan
  • Hindari kerumunan dengan jaga jarak
  • Kurangi mobilisasi
  • Melakukan vaksinasi COVID-19
  • Melanjutkan konsumsi vitamin kehamilan
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, seperti sayur, buah, dan semua asupan yang tinggi protein
  • Cukup tidur
  • Hindari panik atau stres
  • Gunakan konsultasi telemedicine dengan dokter bila diperlukan.

Jika sudah terlanjur positif COVID-19, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan serta memastikan gejalanya termasuk ringan atau berat.

Berikut perbedaan gejala COVID-19 pada ibu hamil yang mesti diketahui.

Gejala ringan:

  • batuk
  • pilek
  • demam
  • badan terasa pegal
  • nyeri tenggorokan
  • nyeri kepala
  • bersin-bersin
  • anosmia (hilang indra penciuman)
  • ageusia (hilang indra pengecapan).

Gejala sedang:

  • meliputi gejala ringan yang memberat seperti demam yang tidak turun-turun
  • diare yang berkelanjutan
  • keluhan sesak nafas dengan frekuensi pernafasan 12-30 kali dalam satu menit
  • dengan pemeriksaan oximeter saturasi oksigen di bawah 95 persen.

Gejala berat:

  • lebih berat dari gejala sedang.

Pada gejala sedang-berat dianjurkan untuk dirawat di RS, demikian juga dengan gejala ringan tapi mempunyai komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi untuk menilai kondisi ibu dan bayi lebih intensif.

Berikut adalah panduan isolasi mandiri hingga aturan vaksin untuk ibu hamil yang sudah pernah terinfeksi COVID-19.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Kemenkes Ungkap Kemungkinan Ibu Hamil Dapat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)