Kamis, 05 Agu 2021 07:00 WIB

Diamuk Varian Delta, Harian COVID-19 China Tertinggi Sejak 6 Bulan Lalu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WUHAN, CHINA - AUGUST 2:(CHINA OUT) People wear protective masks as they line up to pay in a supermarket on August 2, 2021 in Wuhan, Hubei Province, China. According to media reports, seven migrant workers returned positive COVID-19 nucleic acid tests. Wuhan has not reported locally transmitted cases for over a year.  (Photo by Getty Images) Foto: Getty Images
Jakarta -

China kembali mencatat rekor kasus COVID-19 tertinggi sejak Januari. Tes massal hingga pembatasan perjalanan diperketat usai diidentifikasi kasus COVID-19 varian Delta.

"Langkah-langkah kejam yang diambil oleh pemerintah berpotensi menghasilkan larangan perjalanan dan lockdown paling ketat di China sejak musim semi 2020," demikian laporan Reuters.

Setahun lebih China 'bebas COVID-19' dan berhasil menekan transmisi lokal. Namun, akhir Juli, China melaporkan kasus lokal varian Delta yang lebih mudah menular. Terdeteksi di lebih dari 12 kota di China, termasuk ibu kota.

Total kasus COVID-19 yang dilaporkan hingga kini sebanyak 485 kasus, per tanggal 20 Juli hingga 3 Agustus, tetapi China tidak merinci berapa banyak di antaranya merupakan kasus COVID-19 varian Delta.

"Saat ini, epidemi global meningkat pesat dan risiko infeksi impor meningkat," kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Rabu.

"Belakangan, kasus Corona impor terdeteksi di banyak banyak bandara, pelabuhan, dan rumah sakit, yang mengakibatkan penyebaran (infeksi) dalam skala tertentu," kata Mi kepada wartawan.

China memiliki 144 titik berisiko sedang hingga tinggi COVID-19, terbesar sejak puncak epidemi di musim semi 2020. Pemerintah setempat telah membatasi akses kereta api menuju Beijing dari daerah berisiko tinggi sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, China melaporkan 71 kasus baru COVID-19 per 3 Agustus, penghitungan harian tertinggi sejak 30 Januari. Jumlah kasus telah meningkat selama lima hari berturut-turut sejak 30 Juli.

Sebagian besar kota di China belum memberlakukan lockdown ketat di seluruh kota tetapi beberapa di antaranya telah membatasi mobilitas.

Nanjing dan Yangzhou di provinsi Jiangsu misalnya, akibat sebagian besar kasus COVID-19 varian Delta dilaporkan sejak 20 Juli, mereka menangguhkan penerbangan domestik, bus antar-jemput jarak jauh, taksi dan kendaraan ride-hailing memasuki dan meninggalkan kedua kota, dan menangguhkan beberapa layanan bus.

DiWuhan, para pejabat minggu ini melakukan tesCOVID-19 kepada 12 juta penduduk selama tiga hari setelah mengidentifikasi infeksi menular lokal pertama sejak pertengahan 2020, dan menutup akses sebagian wilayah.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)