Kamis, 05 Agu 2021 20:15 WIB

Varian Delta Merajalela, Kapan Pandemi Akan Berakhir? Ini Prediksinya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter

Para ahli mengatakan bahwa peningkatan vaksinasi dapat mengubah prediksi. Ricardo Franco, MD, dari University of Alabama di Birmingham, mengatakan bahwa varian Delta dapat teratasi jika herd immunity terjadi saat vaksinasi mendekati 90 persen.

Pernyataan ini diperkuat oleh Justin Lessler, PhD, seorang ahli epidemiologi Universitas North Carolina, mengatakan jika cukup banyak orang yang divaksinasi, itu bisa menghentikan varian Delta.

"Saya relatif yakin bahwa jika kita bisa mendapatkan 90 persen atau lebih dari populasi yang memenuhi syarat divaksinasi, kita akan melihat epidemi mulai surut," katanya.

Peran kebijakan pemerintah dan perilaku individu

Selain peningkatan vaksinasi, perilaku individu dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi dapat mengubah skenario terburuk penularan varian Delta.

dr Eric Topol, MD, pendiri dan direktur Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, mengatakan bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menggunakan masker.

"Bahkan jika di luar ruangan, tergantung pada seberapa dekat orang lain dan tingkat percakapan. masker mungkin solusi paling bijaksana," katanya.

Kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengatasi penularan varian Delta juga berpengaruh, seperti lockdown atau peningkatan vaksinasi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "31 Persen Wilayah di Indonesia Disebut Kebal Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]

(Salwa Aisyah Sheilanabilla/up)