Kamis, 05 Agu 2021 21:10 WIB

Tetap Bisa Vaksin Corona Meski Tak Punya NIK, Satgas Jelaskan Caranya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi massal untuk pelaku UMKM digelar di Ciputra Artpreneur Museum, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Sebanyak 1.500 pelaku UMKM menerima vaksin COVID-19 dosis pertama. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kini warga Indonesia yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) tetap bisa mendaftar dan menerima vaksin COVID-19. Oleh Kementerian Kesehatan, program ini telah diatur dalam Nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat Lainnya yang Belum Memiliki Nomor Induk Kependudukan.

Dalam kesempatan sebelumnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut, penerima vaksin yang tidak memiliki NIK bisa langsung dibuatkan NIK di sentra vaksinasi. Dengan begitu, penerima bisa menerima vaksin, sekaligus mendapatkan NIK.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, program ini menyasar kelompok masyarakat tertentu yang memang terkendala masalah kependudukan atau kondisi tertentu. Lantas, siapa saja sasaran program ini?

"Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan Surat Edaran terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/8/2021).

"Dinas kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota diminta untuk segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait dalam rangka pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat rentan seperti kelompok penyandang disabilitas, masyarakat adat, penghuni lembaga pemasyarakatan, penyandang masalah kesejahteraan sosial, dan pekerja migran Indonesia bermasalah, serta masyarakat lain yang belum memiliki NIK," lanjut Prof Wiku.

Ia menambahkan, program vaksinasi COVID-19 sekaligus pembuatan NIK ini merupakan kerjasama dinas kesehatan daerah dengan dinas kependudukan dan catatan sipil. Dengan harapan, perluasan vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan sembari kebutuhan masyarakat akan NIK juga bisa diurusi.

"Pelayanan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat yang belum memiliki NIK dapat dilakukan bersama-sama dengan dinas kependudukan dan catatan sipil di 1 lokasi pelayanan yang disepakati sehingga masyarakat dapat terlayani dan kebutuhan NIK dapat terpenuhi," pungkas Prof Wiku.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)