Jumat, 06 Agu 2021 07:31 WIB

Diklaim Tak Perlu Booster, Vaksin Moderna Lebih 'Ampuh' dari Pfizer?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta. Foto: Getty Images
Jakarta -

Moderna mengklaim vaksin COVID-19 buatannya memiliki efektivitas atau efikasi sebesar 93 persen dalam empat hingga enam bulan pasca suntikan dosis kedua. Ini menunjukkan tingkat kemanjuran vaksin Moderna ini tidak mengalami banyak perubahan dari efikasi awal saat uji klinis yaitu sebesar 94 persen.

Klaim ini menunjukkan vaksin Moderna lebih baik dibandingkan pesaingnya yaitu Pfizer-BioNTech. Berdasarkan data yang ada, efikasi vaksin Pfizer mengalami penurunan sebesar 6 persen setiap dua bulan, dan menjadi 84 persen dalam enam bulan pasca dosis kedua diberikan.

"Kami sangat senang bahwa kemanjuran vaksin COVID-19 kami stabil di 93 persen dalam empat hingga enam bulan," kata Chief Executive Moderna Stephane Bancel yang dikutip dari Channel News Asia, Jumat (6/8/2021).

"Durasi yang kuat ini akan menguntungkan ratusan juta orang yang telah disuntikkan vaksin Moderna," lanjutnya.

Tak perlu booster vaksin

Moderna mengungkapkan dalam studi yang sedang berlangsung, dari tiga kandidat vaksin booster yang berbeda menginduksi respons antibodi yang kuat terhadap varian yang menjadi perhatian saat ini. Ini termasuk varian Beta, Gamma, dan varian Delta.

Antibodi yang dihasilkan dari pemberian dosis kedua vaksin bisa menetralkan varian tersebut. Artinya, dengan efikasi yang bertahan lama ini, mungkin orang-orang tidak harus mendapatkan suntikan dosis ketiga atau vaksin booster untuk meningkatkan antibodi dan mencegah infeksi COVID-19.



Simak Video "Efikasi Vaksin Moderna Capai 94,1 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)