Jumat, 06 Agu 2021 09:29 WIB

Cerita Wanita Kena COVID-19 Varian Delta hingga Terinfeksi Jamur Hitam

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang wanita mengeluhkan bibirnya hitam dan membengkak usai terinfeksi COVID-19 varian Delta. Wanita asal Amerika Serikat bernama Avery ini percaya kondisinya dipicu efek samping langka dari infeksi COVID-19.

Ia menjelaskan bibirnya juga mulai kering dan pecah-pecah, usai menjalani perawatan jerawat yang mengandung vitamin A dosis tinggi, disebut isotretinoin. Menurutnya, perawatan kulit tersebut menyebabkan kulit kering dan bersisik, yang juga diperburuk oleh virus.

Ia langsung pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi. Dokter mendiagnosis dirinya mengalami impetigo, yaitu infeksi kulit akibat bakteri Streptococcus. Tetapi, kondisinya semakin parah dan membuat bibirnya hitam. Belakangan diketahui ia terkena mucormycosis.

"Ini disebut mucormycosis dan itu terjadi karena bibir saya pecah-pecah," kata Avery yang dikutip dari laman The Sun, Jumat (6/8/2021).

"Ini adalah efek yang disebabkan COVID yang terjadi di mulut saya karena bibir yang pecah-pecah. Jadi berhati-hatilah karena ini sangat menjijikkan," lanjutnya.

Lewat video yang diunggahnya, Avery menjelaskan kondisinya yang ternyata terinfeksi COVID-19 varian Delta untuk kedua kalinya. Ia mengungkapkan beberapa gejala yang dialami yang membuatnya merasa hampir mati.

"Ketika saya sakit COVID (varian Delta) kedua kalinya, saya mengalami radang, infeksi sinus, infeksi telinga, dan semuanya menyakitkan. Itu mengerikan, saya hampir mati," ujar Avery.

"Kemudian, saya memperhatikan kondisi bibir saya yang juga mulai memburuk," imbuhnya.

Avery mengatakan efek samping dari perawatan kulitnya dan COVID-19 yang dialaminya inilah yang menyebabkan infeksi jamur langka yang juga dikenal dengan 'jamur hitam'. Kondisi ini dapat mempengaruhi sinus, otak, paru-paru, dan bisa mematikan.

Mucormycosis merupakan infeksi yang disebabkan jamur dari kelompok mucromycetes, atau sering disebut infeksi 'jamur hitam'. Kondisi seperti ini umum terjadi di India karena kurangnya obat untuk mengatasinya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan gejala dari mucormycosis ini muncul di mana jamur itu tumbuh. Infeksi ini bisa menyebabkan penglihatan kabur, ganda, hingga kesulitan bernapas.

Prof David Denning dari Global Action Fund for Fungal infections and the University of Manchester mengatakan mucormycosis ini sudah menjadi komplikasi yang serius dari COVID-19. Infeksi ini bisa merusak organ-organ vital di tubuh, bahkan sampai ke otak.

"Tempat yang paling umum di tubuh termasuk sinus, hidung, dan infeksi juga bisa menyebar di belakang mata hingga ke pipi. Akhir-akhir ini, infeksi jamur tersebut bisa mempengaruhi otak secara langsung," jelas Prof Denning.

"Organ lain yang paling sering terdampak adalah paru-paru, menyebabkan pneumonia serius yang berkembang, menyerang pembuluh darah, dan batuk darah yang relatif umum terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)