Sabtu, 07 Agu 2021 05:09 WIB

Stok Plasma Konvalesen 100 Kantong, Pasien Antre 3.000

Deden Gunawan - detikHealth
Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta -

Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, Dokter Linda Lukitasari mengungkapkan terapi plasma konvalesen belakangan ini sangat diminati para pasien COVID-19 dan keluarganya. Sayang, jumlah donor sukarelawan masih sangat terbatas tak sebanding dengan mereka yang membutuhkannya.

Hingga awal pekan ini PMI cuma stok sekitar 100 kantong plasma konvalesen. Sedangkan pasien yang sudah antrean lebih dari 3.000 orang dari sejumlah daerah zona merah.

"Hingga awal pekan ini, stok plasma di 42 unit donor kami cuma ada 100 kantong padahal yang membutuhkan lebih dari 3000 orang," kata Dokter Linda Lukitasari dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Jumat (6/8/2021).

Permintaan plasma konvalesen meningkat hingga 30 kali lipat pasca lebaran, seiring serangan varian delta. Tapi kondisi PPKM Darurat membuat para calon pendonor tidak leluasa bepergian kemungkinan menjadi salah satu sebab minimnya donor plasma. Fakta lain, pendonor plasma konvalesen selama PPKM darurat maupun PPKM Level 4 lebih banyak dari kalangan anggota keluarga atau kerabat pasien (donor pengganti).

"Pendonor sukarelawan seperti Agus Eko Nirno berkurang selama PPKM Darurat, karena itu PMI menggelar gerakan donor plasma konvalesen," ujar dr Linda Lukitasari.

Untuk diketahui, Agus Eko Nirno adalah penyintas Covid yang tinggal di Surabaya. Sejak awal September 2020 hingga akhir Januari 2021 dia telah 10 kali menjadi donor plasma. Untuk yang kesebelas kalinya dia dinyatakan tak memenuhi syarat karena jumlah titer antibodinya sudah berkurang.

Beberapa hari lalu, pengusaha asal Semarang, Harjanto Halim mengaku telah dua kali mendonorkan plasmanya. Dia terkena Covid pada awal Juni setelah menerima vaksin pada Maret 2021. Saat terpapar COVID, Koordinator Komunitas Tionghoa Semarang itu merasa sekujur tubuhnya linu. Selain itu, dia merasa sakit pada tenggorokan, batuk-batuk, napas sesak, dan penciuman hilang.

Tapi kalau cuma mendapatkan itu semua, dia merasa sia-sia. Karena itu Harjanto bertekad kalau diberi kesembuhan harus menjadi donor plasma konvalesen. "Saya berdoa semoga antibodi dan kondisi darah saya cukup bagus untuk bisa jadi donor dan dikabulkan," ujarnya.

Ia mengimbau para penyintas COVID lainnya agar juga menjadi donor plasma konvalesen. Sebab, dengan demikian, mereka bisa berbuat baik dan menjadi pahlawan cilik di masa pandemi ini. "Dan saya senang setiap habis donor mendapatkan cendera mata berupa tas dan tumbler dari PMI," ujarnya diiringi tawa.

Linda menyarankan agar calon donor plasma sebaiknya jangan banyak mengkonsumsi makanan berlemak karena kantong kuningnya akan menjadi keputihan dan tak bisa dipakai.

Tonton Juga Jiwa Sukarela Bangsa Merdeka Hadapi Perang Semesta

[Gambas:Video 20detik]



(ddg/up)