Selasa, 10 Agu 2021 21:29 WIB

Sama Pentingnya, Kesehatan Mental & Fisik Mesti Dijaga Selama Pandemi

Erika Dyah - detikHealth
Relaxed serene pretty young woman feel fatigue lounge on comfortable sofa hands behind head rest at home, happy calm lady dream enjoy wellbeing breathing fresh air in cozy home modern living room Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama 1,5 tahun mengharuskan masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti menerapkan protokol kesehatan hingga mematuhi aturan pembatasan. Tak hanya menjaga kesehatan fisik, kondisi pandemi ini juga menuntut perhatian lebih terhadap kesehatan mental dan sosial di tengah masyarakat.

Sebagaimana diketahui, di tengah kondisi pandemi ini berita duka dan informasi negatif masih terus bermunculan hingga terkadang menimbulkan ketidaknyamanan. Untuk itu, Dialog Semangat Selasa di Media Center KPCPEN kembali membahas perkembangan dan evaluasi PPKM, khususnya terkait pentingnya memelihara kesehatan mental selama pandemi.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi menilai penerapan PPKM cukup efektif. Hal ini dilihat dari adanya penurunan kasus aktif secara signifikan, membaiknya BOR hingga 54 persen, turunnya positivity rate, juga kemampuan protokol kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Menurutnya, kebijakan ini baik untuk dilanjutkan dalam rangka menekan laju penularan COVID-19 di seluruh Indonesia.

Sonny menambahkan dalam kondisi ini, kesehatan mental juga sama pentingnya dengan pemeliharaan kesehatan jasmani. Ia menjelaskan pemerintah juga melakukan berbagai ikhtiar dalam menjaga kesehatan mental masyarakat. Misalnya, berkolaborasi dengan Himpunan Psikolog Indonesia membuka layanan bagi mereka yang membutuhkan konsultasi.

"Upaya menghentikan hoax yang meresahkan orang lain, membangun empati dan gotong-royong, serta menggemakan narasi dan pesan-pesan positif, juga bermanfaat untuk membangun ketenangan batin masyarakat," jelas Sonny dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Lebih lanjut, Psikiater sekaligus Influencer dr. Erickson Arthur Siahaan, Sp.KJ menjelaskan upaya menjaga kesehatan mental harus dimulai dengan mengenali diri dan emosi kita sendiri. Menurutnya, langkah ini bisa disusul dengan usaha mengelola stres, mengenali emosi, mengalokasikan waktu untuk diri sendiri, sekaligus tetap mempertahankan kegiatan bersosialisasi.

dr. Erickson menerangkan kegiatan bersosialisasi tetap dapat dilakukan meski tanpa tatap muka langsung. Misalnya, dengan memanfaatkan teknologi melalui panggilan telepon atau menggunakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan orang lain.

"Menjaga pola hidup sehat, makan dan tidur yang cukup juga diperlukan. Karena tubuh dan mental yang sehat itu berkaitan. Kesehatan fisik, mental, dan sosial harus berdampingan," ungkapnya.

Sementara itu, Co Founder Menjadi Manusia, Rhaka Ganisatria pun menekankan tentang perlunya bersosialisasi meski di tengah keterbatasan pandemi. Ia menjelaskan Menjadi Manusia menyediakan salah satu media bagi mereka yang ingin menyalurkan kegelisahan dengan cara berbagi dan bercerita melalui platform digital.

"Dengan bercerita, beban emosi akan berkurang. Orang lain yang membaca cerita tersebut dan merasa terhubung, akan merasa dikuatkan karena sadar bahwa dia tidak sendirian. Harapan kami, melalui Menjadi Manusia ini, kita bisa lebih menghargai perspektif orang lain, tidak mudah menghakimi, dan membuat orang-orang sadar bahwa kita tidak pernah sendiri," tutur Rhaka.

Rhaka menyampaikan pihaknya juga menggalang donasi bagi UMKM melalui Digital Bergerak untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Tak hanya itu, lanjut Rhaka, pihaknya juga membuat konsep percontohan sentra rehabilitasi mental.

Adapun kolaborasi lintas profesi ini penting untuk dilakukan dalam mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, baik fisik maupun mental. Untuk itu, upaya menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat membutuhkan gerakan bersama dari, oleh, dan untuk masyarakat. Caranya, dengan saling mengulurkan tangan dan bahu membahu di masa sulit seperti ini agar setiap orang bisa menjadi bagian dari solusi.

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di berbagai wilayah di Indonesia demi mengendalikan pandemi COVID-19. Tak hanya itu, akselerasi dan perluasan vaksinasi pun terus digencarkan, sejalan dengan penguatan 3T untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Dalam menjaga kesehatan fisik, masyarakat juga diimbau untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M guna menekan laju penularan.

(akn/ega)