Rabu, 11 Agu 2021 17:01 WIB

Tiap 2 Menit 1 Orang Tewas Kena Corona, Negara Ini Diamuk Gelombang Kelima

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemakaman Behesht-e-Zahra di Teheran merupakan salah satu makam terbesar di dunia. Namun kini pemakaman itu tidak bisa menampung jenazah COVID-19 lagi di Iran. COVID-19 di Iran. (Foto ilustrasi: AP/Ebrahim Noroozi)
Jakarta -

Iran menjadi salah satu negara di dunia yang paling terdampak pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, setiap dua menit ada satu orang meninggal karena virus Corona di Iran.

"Setiap dua detik, satu orang terinfeksi di Iran, dan hampir setiap dua menit, satu orang meninggal karena virus Corona," kata TV pemerintah di Iran, dikutip dari Straits Times.

Pemerintah Iran mengatakan total kasus kematian Corona di negaranya telah mencapai 94.603 kasus pada Senin (9/8/2021). Penambahan kasus barunya pun terbilang tinggi, yakni 40.808 kasus dalam sehari pada hari itu.

Lonjakan kasus COVID-19 ini diduga disebabkan oleh virus Corona varian Delta (B1617.2). Diketahui, Iran saat ini sedang menghadapi gelombang kelima penularan COVID-19.

Sebagian besar dari 31 provinsi di Iran telah beralih dari tingkat oranye berisiko rendah ke siaga merah. Sejumlah rumah sakit di beberapa kota telah kehabisan tempat tidur untuk pasien baru.

Selain karena varian Delta yang telah menyebar, kenaikan kasus ini diduga disebabkan oleh rendahnya cakupan vaksinasi di Iran. Dari 83 juta penduduk di Iran, hanya sekitar 4 persen yang telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap.

Pada bulan Januari 2021, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melarang impor vaksin COVID-19 buatan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Menurutnya, vaksin tersebut tak dapat diandalkan dan bisa menyebabkan infeksi lanjutan.

Kini Iran mencoba mempercepat laju vaksinasi dengan menggunakan vaksin COVID-19 buatannya sendiri, yakni vaksin COViran Barakat.

Presiden baru Iran Ebrahim Raisi telah menerima dosis pertama vaksin ini pada hari Minggu. Hal ini dilakukan untuk mendorong warga Iran agar mau divaksinasi COVID-19.



Simak Video "Pemerintah Siapkan Skenario Ubah Pandemi Jadi Endemi di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)