Rabu, 11 Agu 2021 18:03 WIB

Kualitas Udara DKI Memburuk Selama PPKM, Waspadai Penyakit yang Mengintai

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Polusi udara masih jadi salah satu persoalan yang terus diupayakan solusinya di Jakarta. Berikut penampakan Kota Jakarta yang tampak dikepung kabut polusi. Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mengatakan udara kotor di DKI Jakarta meningkat empat hingga enam kali lipat selama PPKM diterapkan sejak 3 Juki 20201.

Tentu hal ini tidak boleh disepelekan. Paparan polusi udara dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit yang dapat berujung pada kematian. Berdasarkan data WHO, setidaknya 7 juta jiwa meninggal akibat polusi udara.

Polusi udara bisa bersumber dari asap kendaraan, asap industri, asap rokok, dan sumber lain yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, WHO menyebut jika 80 persen orang hidup dalam lingkungan dengan kualitas udara yang tidak baik.

dr Feni Fitriani Taufik, Sp P (K), M Pd.Ked dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan bagaimana polusi bisa menjadi 'silent killer'. Ia memaparkan, partikulat berukuran di bawah 2,5 mikron (PM 2,5) pada udara bisa masuk pada saluran pernapasan kita.

"Masuk ke alveolus, lalu masuk ke aliran darah dan bisa sampai ke sistem kardiovaskular. Dia bereaksi bisa menyebabkan hipertensi, penyempitan pembuluh darah, meningkatkan inflamasi, meningkatkan proses pengentalan darah," ujarnya dalam diskusi daring, Selasa, (10/8/2021).

Jika polutan ini masuk ke otak, ini dapat menyebabkan terganggunya sistem pernapasan. Gangguan kesehatan ini bahkan bisa terjadi mulai pada anak hingga orang dewasa.

Berikut beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi jika seseorang tinggal di lingkungan dengan polusi udara yang tinggi.

Pada ibu hamil:

  • Berat badan bayi saat lahir rendah.

Pada anak-anak:

  • Risiko asma lebih tinggi
  • Gangguan perkembangan fungsi paru-paru
  • Gangguan pertumbuhan
  • Batuk kronis
  • Pengerasan pembuluh darah dini.

Pada orang dewasa:

  • Asma diperberat karena polusi
  • Risiko penyakit jantung koroner meningkat
  • Kanker paru
  • Batuk kronis
  • Diabetes.

Pada lansia:

  • Meningkatkan risiko asma
  • Fungsi paru terganggu
  • Kanker paru
  • Diabetes
  • Demensia
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Stroke.


Simak Video "Dinkes Sebut Kenaikan Kasus COVID-19 DKI Seperti De Javu"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)