Rabu, 11 Agu 2021 19:00 WIB

Termakan Hoax Antivaksin, Sekeluarga Meninggal Kena COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi jenazah Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Satu keluarga meninggal karena COVID-19 dalam waktu seminggu. Seorang ibu, ayah, dan seorang anak mengeluhkan gejala COVID-19 tepat setelah makan malam bersama.

Adalah Shaul Goncalves, pria berusia 40 tahun, Basil sang ayah berusia 73 tahun, dan ibunya bernama Charmagne 65 tahun. Ketiganya tak berhasil melawan COVID-19.

Mereka juga tidak menerima vaksinasi COVID-19 lantaran termakan konspirasi para antivaksin. Hal ini diungkap saudara laki-laki, Shaul, yaitu Francis, satu-satunya yang selamat dari Corona.

Mulanya, satu keluarga takut dengan hoax yang beredar dari para antivaksin soal bahaya efek samping vaksinasi. Maka dari itu, mereka memilih menunda untuk ikut vaksinasi COVID-19.

Francis bercerita, sang ayah mulanya pergi ke rumah sakit karena mengalami batu ginjal. Ia meyakini penularan COVID-19 berawal dari kunjungan tersebut.

"Ayah pergi ke rumah sakit pada 6 Juli karena batu ginjal, kami pikir dia terkena COVID-19 di sana," cerita Francis, dikutip dari Daily Star, Rabu (11/8/2021).

"Pada Kamis (8 Juli) orang tua saya makan malam di apartemen saudara laki-laki saya, yang dia tinggali bersama pacarnya dan mereka mulai merasa gejala COVID-19 akhir pekan itu".

Beberapa hari setelahnya, ia mengaku kesulitan mendapat kabar soal keluarga, hingga belakangan mengetahui kondisi ayah-nya sudah dirawat di ruang intensif COVID-19.

Rencana pulang untuk menjenguk sang ayah pun tertunda usai dirinya dikabarkan saudara kandung-nya dan sang ibu ikut terpapar COVID-19 hingga dilarikan ke RS.

Hanya dalam waktu beberapa hari, ketiga anggota keluarganya meninggal dunia. Mereka dimakamkan pada 1 Agustus di Lisbon, Portugal.

Ia mengaku sangat sedih dan emosi karena keluarga berakhir meninggal terpapar COVID-19. Ia juga menyesal mereka tak bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 karena narasi hoax para antivaksin.

Francis kini berpesan kepada siapapun untuk segera mendapat vaksinasi COVID-19. Menurutnya, narasi para antivaksin tidak masuk akal ketika mengklaim vaksin berbahaya dan hanya akal-akalan pemerintah membuat masyarakat menderita.

"Pesan yang ingin saya sampaikan adalah mengapa kalian (antivaksin) berpikir pemerintah ingin menyakiti Anda dengan memberi Anda vaksin," tanya dia.

"Apa tujuan di baliknya? Saya telah berbicara dengan begitu banyak orang yang takut dengan vaksin dan berakhir meninggal dunia tertular COVID-19."



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)