Kamis, 12 Agu 2021 16:36 WIB

ITAGI Jelaskan Kenapa RI Tak Pakai Vaksin Sinovac untuk Booster

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Para tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia sudah mulai menerima vaksin booster atau dosis ketiga dengan vaksin Moderna. Booster diberikan sebagai penguat antibodi yang telah terbentuk dari vaksin Sinovac sebelumnya.

Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan pemberian vaksin booster dengan vaksin Moderna sudah diteliti, salah satunya di Uni Emirat Arab. Mereka menggunakan dua vaksin inactivated ditambah dengan satu mRNA.

Dikutip dari Khaleej Times, hasil studi Pusat Kesehatan Masyarakat Abu Dhabi (ADPHC) menunjukkan vaksin booster membantu meningkatkan respons kekebalan tubuh, mengurangi risiko seseorang terinfeksi, mengalami komplikasi, hingga mencegah kasus rawat inap.

Kenapa tidak menggunakan vaksin Sinovac lagi untuk booster?

"Sebetulnya bisa juga Sinovac-Sinovac, kemudian kita booster dengan Sinovac lagi, itu juga bisa. Tapi, kita mengingat adanya mutasi," kata Prof Sri Rezeki diskusi Antara TV Kamis (12/8/2021).

Prof Sri Rezeki menjelaskan berbagai mutasi dan varian Corona yang ada saat ini mungkin lebih berbahaya dari virus aslinya. Untuk itu, para nakes diberikan vaksin Moderna sebagai penguat.

"Maka dari itu, kita memberikan Moderna yang dikatakan juga bisa mengatasi varian yg baru, untuk para nakes yang berhubungan langsung dengan kasus itu," jelasnya.



Simak Video "Vaksin Baru Sinovac Diyakini Akan Bantu Akhiri Puncak Omicron Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)