Kamis, 12 Agu 2021 21:37 WIB

Masih Efektifkah Plasma Konvalesen Hadapi Varian Delta? Ini Kata Dok Mo

Yudha Maulana - detikHealth
dr Theresia Monica Rahardjo pencetus terapi plasma konvalesen Foto: Yudha Maulana/detikHealth
Bandung -

Varian Delta virus Corona menjadi salah satu biang keladi melonjaknya penyebaran COVID-19 di dunia, termasuk di Indonesia. Mutasi dari SARS CoV-2 ini disebut memiliki daya tular yang berkali-kali lebih kuat daripada virus Corona sebelumnya.

Lalu apakah Terapi Plasma Konvalesen (TPK) masih efektif untuk mengobati mutasi virus tersebut?

Inisiator TPK di Indonesia, dr Theresia Monica Rahardjo atau yang akrab disapa Dok Mo mengatakan, TPK masih efektif untuk menambah tingkat kesembuhan pasien yang memiliki gejala berat dan kritis.

"Bisa pertama, karena antibodi di dalam tubuh bersifat poliklonal, kedua yang namanya plasma mengikuti orang yang sakit dan sembuh. Misal dalam perjalannya virus bermutasi dan akhirnya varian delta yang dominan, plasma yang dihasilkan penyintas mengandung antibodi untuk menghadapi varian delta," ujar Dok Mo saat ditemui di RS UKM, Bandung, Kamis (12/8/2021).

"Jadi tidak usah khawatir akan ketinggalan, plasma akan update sesuai komposisi virus mana yang sembuh," tutur Dok Mo.

Ia menjelaskan TPK ini bukanlah hal yang baru di dalam dunia medis, tercatat penggunaan TPK ini telah digunakan sejak satu abad yang lalu. Tepatnya saat terjadi wabah Flu Spanyol, kemudian SARS, MERS, H1N1 dan Ebola. Dok Mo juga berharap TPK bisa menjadi salah satu pijakan untuk mempercepat terciptanya herd immunity.

"Dari awal saya meyakini TPK ini membantu pembentukan herd immunity. Vaksin untuk proteksi orang yang sehat, dan kemudian TPK ini juga untuk orang yang sakit, maka ini akan mempercepat terbentuknya herd immunity," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen pada 18 Januari 2021 lalu. Plasma konvalesen menjadi terapi tambahan bagi penyembuhan pasien COVID-19 bergejala berat dan kritis, sekaligus menekan angka kematian akibat infeksi virus Corona.



Simak Video "Plasma Konvalesen Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(yum/up)