Sabtu, 14 Agu 2021 17:12 WIB

Normalkah Seseorang Memiliki Fetish? Begini Penjelasan Psikolog

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Perban, pinset, krim antiseptik Heboh fetish perban mata di media sosial. (Foto ilustrasi: Thinkstock)

Bagaimana dampaknya?

Fantasi dan perilaku seksual fetish yang sudah jadi gangguan dapat menyebabkan tekanan yang signifikan pada seseorang karena bisa mengganggu fungsi sosial. Sebab, orang dengan fetish cenderung sulit mengontrol dorongan seksualnya dan terus menerus memikirkan benda atau objek yang membuatnya terangsang, sehingga tidak bisa bersosialisasi dengan baik.

Selain itu, fetisisme juga bisa menyebabkan gangguan kecemasan saat orang dengan fetish tidak berhasil memenuhi hasrat seksualnya. Gangguan kecemasan ini bisa terjadi berkepanjangan dan menyebabkan stres berlebihan hingga depresi.

Bagaimana cara untuk mengatasinya?

Untuk mengatasi fetish ini bisa dengan melakukan terapi. Namun, sebelum melakukannya penting bagi seseorang yang memiliki fetish untuk menyadari gejala perilaku seksual menyimpang yang ia alami.

"Akui dulu ya, jadi aware dulu dengan apa yang terjadi pada dirinya. Kalau ternyata memang memiliki gejala-gejala seksual menyimpang maka saya [orang yang memiliki fetish] harus segera pergi ke konselor," kata Dina.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Jika Kita Jadi Korban Fetisisme"
[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)