Senin, 16 Agu 2021 05:45 WIB

Vaksinasi Disabilitas di Jawa-Bali Dikebut, Targetkan 225.000 Orang

Khoirul Anam - detikHealth
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati mengatakan pemerintah memfokuskan percepatan pelaksanaan vaksinasi kelompok disabilitas di enam provinsi di Jawa dan Bali. Sebanyak 225.000 sasaran vaksinasi ditargetkan selesai divaksinasi pada Oktober mendatang.

Adapun ke enam provinsi tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Diketahui, vaksinasi bagi penyandang disabilitas menggunakan vaksin Sinopharm yang diperoleh melalui mekanisme hibah dari Raja Uni Emirat Arab sebanyak 450.000 dosis.

''Vaksinasi diberikan melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan sentra-sentra vaksinasi COVID-19,'' jelas drg Widyawati dilansir dari kemkes.go.id, Senin (16/8/2021).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pendataan dan pendaftaran NIK dari kelompok sasaran disabilitas.

Ia menyebut, kelompok disabilitas termasuk ke dalam sasaran tahap 3, yaitu masyarakat rentan. Secara keseluruhan, terdapat 562.242 target sasaran vaksinasi pada kelompok penyandang disabilitas di seluruh Indonesia

Sebelumnya Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran yang menyatakan bahwa penyandang disabilitas dapat dilayani di seluruh fasilitas kesehatan/sentra vaksinasi mana pun dan tidak terbatas pada alamat domisili KTP.

Hal ini Sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/598/2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Serta Pendidik, dan Tenaga Kependidikan.

''Tentunya kegiatan vaksinasi berjalan dengan adanya kerja sama dengan komunitas, organisasi lokal, dan pihak swasta untuk melakukan mobilisasi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas, mendaftarkan, dan mengatur transportasi antar jemput masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas ke fasilitas pelayanan kesehatan tempat pelayanan vaksinasi COVID-19,'' tambah drg Widyawati

Ia mengatakan, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat Lainnya yang Belum Memiliki Nomor Induk Kependudukan. Surat Edaran itu ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

''Semangat yang mau kita jaga di sini adalah seluruh masyarakat Indonesia terlindungi dari paparan virus COVID-19," katanya.



Simak Video "Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Suntikan per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)