ADVERTISEMENT

Senin, 16 Agu 2021 10:44 WIB

Efek Samping Vaksin Moderna Disebut Lebih 'Nendang', Gimana Mengatasinya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin COVID-19 dosis ke-3 atau suntikan booster di Indonesia hanya diperuntukan tenaga kesehatan. Lalu apa efek samping yang dirasakan nakes? Vaksin Moderna. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Vaksin Moderna yang berbasis mRNA telah digunakan di Indonesia sebagai booster atau vaksin ketiga untuk tenaga kesehatan. Tidak sedikit dari mereka yang bercerita efek samping vaksin Moderna lebih terasa daripada vaksin lainnya.

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari melaporkan nyeri di tempat suntikan adalah keluhan terbanyak penerima vaksin Moderna. Keluhan lain seperti demam kurang dari 20 persen.

Efek samping vaksin adalah tanda yang normal bahwa tubuh sedang membangun sejumlah perlindungan. Efek samping ini bisa mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari namun bisa diobati.

"Dengan melapor dan ditatalaksana oleh nakes secara dini, maka kejadian fatal dapat dihindari," kata Prof Hindra saat ditanyai mengenai penanganan KIPI vaksin Moderna, Senin, (16/8/2021).

Sebagian besar KIPI bersifat ringan dan singkat serta menghilang tanpa atau dengan pengobatan. Reaksi seseorang terhadap KIPI berbeda bergantung kepekaan masing-masing penerimanya.

Cara mengatasi efek samping vaksin Moderna

Ada beberapa cara untuk mengatasi efek samping vaksin COVID-19, termasuk vaksin Moderna. Dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), berikut cara-caranya:

  • Untuk mengurangi nyeri pada tangan, bisa lakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik dipercaya dapat memperlancar aliran darah dan mengurangi peradangan pada area penyuntikan.
  • Kompres area bekas penyuntikan yang terasa sakit menggunakan air dingin dan kain bersih untuk mengurangi peradangan.
  • Gunakan pakaian longgar agar tubuh merasa nyaman, sirkulasi udara pun terjaga saat tubuh mudah berkeringat karena demam.
  • Minum air putih. Sebab, demam bisa membuat tubuh lebih mudah berkeringat sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

Jika diperlukan, minum obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau antihistamin untuk mengatasi efek samping vaksin ini. Namun CDC menyarankan, konsultasikan dulu dengan dokter demi keamanan.



Simak Video "BPOM RI Resmi Izinkan Vaksin Dengue untuk Usia 6-45 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT