Rabu, 18 Agu 2021 15:15 WIB

Cerita WNI Soal Lockdown di Selandia Baru Gara-gara Satu Kasus COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kondisi Selandia Baru saat lockdown Suasana jalanan di Selandia Baru sehari setelah pemberlakuan lockdown. (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Selandia Baru mengumumkan penguncian wilayah atau lockdown setelah ditemukan satu kasus COVID-19 varian Delta. Varian Delta ini ditemukan di Auckland, salah satu kota terbesar di negara itu.

Setelah temuan pertama varian Delta tersebut, Selandia Baru terus menemukan kasus baru yang terkait dengan varian yang disebut lebih menular itu. Tidak ingin infeksinya lebih meluas, pemerintah Selandia Baru memberlakukan lockdown level 4.

Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Selandia Baru, Andi Batara Al Isra menceritakan kondisi menjelang penguncian di Selandia Baru. Di pagi hari menjelang siang sebelum pengumuman lockdown, suasana di kota tempatnya bermukim yakni Auckland, masih ramai dan warga beraktivitas seperti biasa.

Sekitar jam 2 siang, ia mendapatkan notifikasi di ponselnya mengenai adanya kasus transmisi lokal COVID-19, temuan kasus pertama dalam beberapa bulan terakhir. Saat itu Batara, sapaan akrabnya, sedang berada di perpustakaan kampusnya, University of Auckland.

"Jujur sedikit nggak nyangka karena dari pagi masih biasa aja. Tempat umum juga masih ramai," katanya saat diwawancarai detikcom, Rabu (18/8/2021).

Setelah pengumuman temuan kasus tersebut, beberapa warga agak panik dan buru-buru pulang ke rumah. Pihak kampusnya juga sudah mewanti-wanti agar seluruh mahasiswa mengambil barang-barang mereka dan melanjutkan kegiatan di rumah.

Mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini juga mengatakan sempat terjadi panic buying dan jalanan-jalanan mendadak ramai dipenuhi orang yang ingin kembali ke rumah. Sehari setelah pemberlakuan lockdown, jalanan di Auckland benar-benar sepi. Hanya satu-dua kendaraan yang melintas dan tidak terlihat satu orang pun yang keluar dari kediamannya.

Meski lockdown total, Batara menyebut pemerintah Selandia Baru tetap mengizinkan pabrik dan toko yang esensial tetap beroperasi. Olahraga di luar rumah masih diperbolehkan asal tidak berkerumun.

"Olahraga seperti jogging masih boleh, jalan sesekali untuk refreshing juga masih nggak masalah," ujarnya.



Simak Video "Sempat Adem Ayem, Selandia Baru Kini Diamuk Varian Delta Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)