Kamis, 19 Agu 2021 17:56 WIB

Respons Satgas soal Corona di RI Berubah Jadi Endemik Tahun Depan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Prediksi kapan pandemi COVID-19 berubah menjadi penyakit endemik. (Foto: Getty Images/Tzido)
Jakarta -

Dua tahun sudah pandemi COVID-19 melanda negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, kasus COVID-19 hingga kini masih naik-turun, belum bisa dipastikan kapan pandemi Corona akan berakhir.

Berbagai prediksi pun menyebut penyakit ini tidak akan hilang dan hanya akan berubah menjadi penyakit endemi. Lalu, apakah prediksi pandemi COVID-19 menjadi endemik bisa terjadi di tahun depan?

Menanggapi itu, juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan endemik adalah sebuah kondisi di mana kasus lebih terkendali. Artinya, jumlah kasus Corona bisa terkendali dengan baik.

"Endemik dapat digambarkan sebagai sebuah situasi di mana kondisi kasus lebih terkendali. Namun, bukan berarti virusnya hilang sepenuhnya," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers Kamis (19/8/2021).

"Hal-hal yang mengindikasikan bahwa pandemi telah bertransisi menjadi endemik, jika kekebalan masyarakat meningkat terhadap virus seiring dengan akselerasi vaksinasi maupun infeksi alamiah, sehingga angka perawatan dan kematian pun menurun," lanjutnya.

Demi mencapai kondisi tersebut, lanjut Prof Wiku, diperlukan instrumen pengendalian agar kondisi pandemi bisa terkendali. Misalnya dengan PPKM yang tengah dijalankan saat ini.

"Dengan instrumen pengendalian PPKM saat ini, berupa pengaturan dan target spesifik, baik 3M, 3T, dan vaksinasi di tingkat kabupaten/kota, diharapkan kondisi tersebut segera tercapai dengan syarat kolaborasi pemerintah dan masyarakat harus bisa menyukseskan kebijakan yang telah ada, agar efektif dan signifikan hasilnya," pungkasnya.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)