ADVERTISEMENT

Jumat, 20 Agu 2021 15:03 WIB

Vaksin Moderna Vs Pfizer, Ini 5 Perbedaan Utamanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan meski di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Hingga saat ini sudah lebih dari 42 juta warga Indonesia disuntik vaksin Corona. Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Agung Pambudhy

3. Berapa lama intervalnya?

Berdasarkan surat edaran perihal 'Alokasi Distribusi Vaksin COVID-19 Moderna COVAX Facility M2 Agustus 2021 yang diteken Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Maxi Rein Rondonuwo, 2 dosis Moderna diberikan dengan rentang waktu 4 minggu.

"Vaksin COVID-19 Moderna diberikan sebanyak 2 (dua) dosis dengan interval 4 minggu sehingga vaksin yang dialokasikan pada minggu ke 2 Agustus 2021 ini untuk memenuhi kebutuhan 2 (dua) dosis sekaligus," demikian keterangan surat tersebut, dikutip Kamis (12/8/2021).

Sedangkan Pfizer, Penny memaparkan, memiliki interval dosis 1 dan 2 selama 3 minggu.

"Jadi ini bisa diberikan kepada remaja usia di atas 12 tahun ke atas diberikan secara injeksi intramuskular dosis 0,3 ml, dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga minggu," ujar Penny, Kamis (15/7).

4. Bisakah digunakan untuk pengidap komorbid atau ibu hamil?

Salah satu keunggulan vaksin Moderna yakni aman diberikan pada pengidap penyakit komorbid. Misalnya, orang dengan penyakit paru kronis hingga diabetes.

"Bisa diberikan pada populasi dengan komorbid berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yaitu individu dengan penyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit liver hati, dan HIV," jelas Penny.

Sedangkan Pfizer, sebagaimana paparan BPOM, dapat diberikan untuk anak-anak berusia mulai 12 tahun ke atas.

Kedua vaksin ini juga diberikan kepada ibu hamil. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil, vaksin yang digunakan hanyalah Moderna, Pfizer, dan Sinovac.

5. Ampuh lawan varian Delta

Sebuah riset di Amerika Serikat menunjukkan, Moderna efektif melawan varian Delta atau B1617.2 asal India setidaknya, hingga 6 bulan setelah suntikan dosis kedua. Bahkan, berpotensi lebih lama dari waktu tersebut.

"Antibodi pengikat tingkat tinggi mengenali semua varian yang diuji, termasuk B1351 (Beta) dan B1617.2 (Delta) berhasil dipertahankan pada semua subjek selama periode waktu ini," ujar ahli imunologi Nicole Doria-Rose dan tim di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIH) melalui laporan penelitiannya, dikutip dari CNN.

Sebuah studi lainnya menunjukkan, vaksin Pfizer efektif melawan varian Delta atau B1617.2 asal India setelah suntikan dosis kedua. Disebutkan, 2 dosis Pfizer memiliki efektivitas setinggi 96 persen dalam mencegah rawat inap akibat varian Delta.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Vaksin Pfizer Dinilai 73% Efektif Diberikan Pada Anak di Bawah 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]

(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT