Jumat, 20 Agu 2021 15:38 WIB

Timpangnya Alokasi Vaksin COVID-19 di RI: Dominan di Jawa, Wilayah Timur Minim

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Agats, Asmat, Papua, Kamis (1/7/2021). Vaksinasi yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 tersebut diperuntukkan bagi warga Agats sebagai upaya guna mempercepat program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal menuju Indonesia sehat bebas COVID-19.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. Vaksinasi COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)
Jakarta -

Alokasi vaksin COVID-19 ke setiap provinsi di Indonesia tidak merata. Ketimpangan akses vaksin Corona ini juga disoroti sejumlah pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih mengatakan terjadi hambatan pelaksanaan vaksinasi di daerah yang mencakup akses ke pelayanan kesehatan, kesulitan administrasi, bahkan ketersediaan vaksin COVID-19.

"Indonesia ada di posisi tengah, punya vaksin dari program bilateral dalam hal ini COVAX dan langsung dari perusahaan penyedia vaksin. Masalahnya ada di tingkat nasional, masih ada barrier (hambatan) vaksinasi di daerah," katanya dalam webinar bersama AJI Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Dalam laporan situasi COVID-19 di Indonesia yang dirilis di laman WHO baru-baru ini, pelaksanaan vaksinasi Corona juga menjadi perhatian WHO. Cakupan vaksinasi COVID-19 khususnya usia lansia di Indonesia disebut stagnan selama beberapa bulan terakhir dan vaksinasi dosis kedua pada lansia masih relatif rendah di sebagian besar provinsi.

Pemerintah masih fokus distribusi vaksin di wilayah Jawa. Kedatangan vaksin Pfizer baru-baru ini juga baru akan dialokasikan untuk wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

Berdasarkan alokasi vaksin oleh Kementerian Kesehatan, pemerintah telah menyuntikkan 87.239.192 dosis vaksin, dengan 56.504.055 juta di antaranya menerima dosis pertama dan 30.753.137 juta untuk dosis kedua.

Adapun tiga provinsi dengan alokasi vaksin COVID-19 terbanyak sesuai data per Kamis (19/8/2021) adalah DKI Jakarta dengan 15.385.386 dosis, Jawa Barat 13.718.468 dosis, dan Jawa Timur 11.561.640 dosis.

Lima provinsi dengan alokasi terendah yakni Maluku Utara dengan 215.076 dosis kemudian Kalimantan Utara 230.266 dosis. Selanjutnya Papua Barat 316.000 dosis, Sulawesi Barat 371.870 dosis, dan Maluku 375.594 dosis.



Simak Video "Vaksinasi Lansia di 4 Provinsi Ini Dinilai Masih Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)