Plus Minus Vaksin COVID-19 DNA Pertama di Dunia yang Diberikan dalam 3 Dosis

ADVERTISEMENT

Plus Minus Vaksin COVID-19 DNA Pertama di Dunia yang Diberikan dalam 3 Dosis

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 21 Agu 2021 10:11 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Vaksin COVID-19 DNA pertama di dunia mendapat izin darurat di India. (Foto ilustrasi: iStock)

Apa kelemahan dari vaksin DNA?

Vaksin DNA yang dikembangkan untuk penyakit menular pada manusia pernah gagal di masa lalu.

"Masalahnya adalah mereka bekerja dengan baik pada hewan. Tetapi mereka tidak menawarkan tingkat perlindungan respons imun yang sama pada manusia," kata Dr Kang.

Tantangannya, menurut Dr Kang, adalah bagaimana mendorong DNA plasmid ke dalam sel manusia sehingga memberikan respons imun yang tahan lama. Dr Jeremy Kamil, seorang ahli virus di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana di Shreveport juga menjelaskan hal serupa.

"Vaksin DNA plasmid telah dicoba di masa lalu. Tapi kami tahu sangat sulit untuk memasukkan DNA plasmid ke dalam inti sel manusia, terutama pada orang dewasa," kata Dr Kamil kepada BBC.

Vaksin mRNA, yang menggunakan messenger RNA, sebuah molekul, untuk membuat protein seperti Pfizer atau Moderna tidak perlu mencapai inti sel agar efektif menawarkan efektivitas yang lebih tinggi, dan cenderung menghasilkan kekebalan yang bertahan lebih lama.

Kelemahan potensial lainnya adalah vaksin ZyCoV-D membutuhkan tiga dosis, bukan dua dosis seperti vaksin COVID-19 lainnya. Meski begitu, pembuat vaksin disebut tengah mengevaluasi kemungkinan pemberian dua dosis.

"Saya akan senang bahwa perusahaan vaksin mengatasi tantangan besar untuk membuatnya bekerja. Tetapi penting bahwa data kemanjuran diperiksa secara independen," kata Dr Kamil.



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT