Senin, 23 Agu 2021 20:58 WIB

Menkes Susun Rencana 'Hidup Bersama' COVID-19, Tidak Ada Lagi Testing Massal

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia akan segera belajar 'hidup bersama' pandemi COVID-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini diharapkan bisa tercapai lewat aturan di berbagai aspek.

Hal pertama yang diusahakan adalah penerapan protokol kesehatan berbasis teknologi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga keagamaan. Hal ini dilakukan agar pembukaan bertahap akvitas masyarakat di sektor terkait bisa dilakukan dengan aman.

"Nanti itu akan disusun protokol kesehatannya atas arahan bapak presiden, berbasis teknologi informasi, berpusat pada aplikasi PeduliLindungi," kata Menkes Budi dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube PerekonomianRI, Senin (23/8/2021).

Berikutnya adalah perubahan strategi tes dan pelacakan kasus COVID-19. Ke depannya tes Corona akan dilakukan lebih terarah untuk pelacakan epidemiologi.

"Arahan bapak presiden nanti testing dan tracing ini harus sangat terarah, tidak massal. Benar-benar yang butuh atau istilahnya para ahli kesehatan testing epidemiologi. Bukan testing untuk screening," ungkap Menkes Budi.

"Yaitu testing yang dilakukan ke suspek dan kontak erat yang memang bergejala. Bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu," lanjutnya.

Hal yang terakhir adalah nantinya di fasilitas kesehatan primer akan tersedia layanan terapi untuk pasien COVID-19. Puskesmas atau klinik bisa merawat pasien positif yang mungkin butuh layanan dasar.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)