Kamis, 26 Agu 2021 19:03 WIB

Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara, Pemerintah Diminta Respons Cepat

Inkana Putri - detikHealth
La Nyalla Mattalitti Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut positif terkait kabar vaksin Nusantara yang diminati oleh Turki. Melalui video di kanal YouTube Siti Fadilah Supari 'Siti Fadilah & Nidom: Vaksin Nusantara, Harapan Yang Tertunda', Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Unair, Prof drh Chairul Anwar Nidom, mengungkapkan bahwa Turki telah memesan 5,2 juta dosis vaksin Nusantara.

Untuk itu, LaNyalla berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama mendukung hal tersebut agar dapat terealisasi. Dengan demikian, vaksin Nusantara gagasan dr. Terawan ini dapat segera diproduksi massal.

"Ini kabar yang sangat baik untuk kita. Dukungan harus diberikan. Indonesia harus segera bersiap dengan rencana ekspor vaksin Nusantara ke Turki sebanyak 5,2 juta dosis. Vaksin ini harus segera diproduksi massal untuk memenuhi permintaan Turki," tutur LaNyalla dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut LaNyalla menjelaskan vaksin Nusantara diketahui bermanfaat untuk penyakit lain selain COVID-19. Di samping itu, vaksin ini telah lolos uji dan telah dikaji terkait titer antibodi proteksivitasnya.

"Kabar yang kita dapat, vaksin Nusantara disebutkan telah diakui oleh Organisasi kesehatan dunia atau WHO. Tetapi penggunaan vaksin ini masih menunggu izin resmi Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM)," tuturnya.

Menurut LaNyalla, jika WHO telah mengakui vaksin ini dan Turki terbukti telah memesan, pemerintah seharusnya dapat bergerak cepat mengeluarkan izin BPOM. Selain mendukung karya anak bangsa, upaya ini juga dapat menyelamatkan banyak orang dari paparan virus.

"Jangan sampai masalah ini menjadi kontroversi dan minim dukungan terhadap hasil karya anak bangsa. Lewat vaksin ini kita dapat menyelamatkan jutaan jiwa manusia dari potensi terpapar virus dan penyakit," pungkasnya.

(mul/ega)