Rabu, 01 Sep 2021 05:43 WIB

Masih Repot Bercocok Tanam, Petani Bantul Divaksin di Ladang Masing-masing

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Vaksinasi door to door di ladang di Bantul Seorang warga Bantul divaksin di ladang (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Bantul -

Masyarakat Pedukuhan Nogosari, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul mengeluhkan sulitnya membagi waktu dan minimnya akses ke Fasyankes. Oleh sebab itu, masyarakat mendapatkan vaksinasi COVID-19 door to door, mulai dari ladang, rumah warga hingga sendang.

Pantauan detikcom, beberapa petani tengah membersihkan ladang yang jauh dari jalan aspal. Selanjutnya, datang beberapa tenaga kesehatan (nakes) dari Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan vaksinasi di sebuah gubug.

Tak berhenti di situ, vaksinasi door to door berlanjut ke rumah-rumah warga. Bahkan, vaksinasi juga menyasar masyarakat yang tempat tinggalnya berada di sekitar ladang dan sebuah sendang di Pedukuhan Nogosari. Pasalnya Pedukuhan tersebut jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah seorang petani Suparman (42) mengaku senang bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 tanpa mengantre. Terlebih selama ini dia terkendala kendaraan dan waktu untuk bercocok tanam.

"Saya belum divaksin karena belum dapat undangan itu lho mas. Apalagi Puskesmas jauh dari sini dan saya tidak punya kendaraan, terus kalau ke Puskesmas juga harus daftar dulu dan baru dapat jadwal, nah kalau ini kan langsung tanpa antre," katanya saat ditemui di tengah ladang di Pedukuhan Nogosari, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Selasa (31/8/2021).

Oleh sebab itu, warga Pedukuhan Nogosari ini merasa sangat terbantu dengan adanya vaksinasi COVID-19 door to door. Mengingat para petani biasanya memiliki waktu luang saat sore hari, padahal vaksinasi yang dilaksanakan Fasyankes rata-rata mulai pagi hari.

"Kalau didatangi lalu divaksin senang, tidak perlu ke Puskesmas sudah didatangi pegawai vaksin, alhamdulillah," ucapnya.

Vaksinasi door to door di ladang di BantulVaksinasi door to door di ladang di Bantul Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth

Petani lainnya, Suti (33), warga Pedukuhan Nogosari mengaku dari dulu sudah menunggu-nunggu kapan mendapatkan jatah vaksinasi COVID-19. Pasalnya dia tidak begitu tahu prosedur vaksinasi COVID-19.

"Saya sudah lama ingin divaksin, tapi belum dapat undangan. Saya nunggu undangan karena kan bisa langsung, karena duly pernah ke Puskesmas ternyata harus daftar dan dijadwalkan untuk vaksinasinya," katanya.

"Terus dengan didatangi di kebon gini ya alhamdulilah mas. Apalagi syaratnya tadi hanya menunjukkan KTP saja, tidak perlu fotokopi gitu," lanjut Suti.

Sementara itu, warga Pedukuhan Nogosari Puji Lestari (61) mendapatkan vaksinasi COVID-19 di rumah. Padahal sebelumnya Puji telah mendapatkan undangan vaksinasi dari Fasyankes setempat.

"Jadi saya itu sudah dapat undangan, tapi tidak datang (ke Fasyankes) karena takut," ujarnya.

Vaksinasi door to door di ladang di BantulVaksinasi door to door di ladang di Bantul Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth

Oleh sebab itu, dia memilih menunggu vaksinasi door to door ini. Mengingat dia takut untuk ke Fasyankes dan merasa lebih nyaman jika berada di rumah.

"Terus kalau didatangi gini (di rumah) nggak takut, karena kan di rumah sendiri terus lebih rileks mas," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anton Sugianto (37) yang mendapatkan vaksinasi di Sendang Sari Mulyo, Pedukuhan Nogosari. Anton mengikuti vaksinasi di Sendang tersebut karena belum mendapatkan undangan vaksinasi.

"Kalau saya ikut vaksinasi di sendang karena belum dapat-dapat undangan, padahal saya sudah ingin divaksin. Selain itu vaksin di Sendang ini suasananya lebih tenang dan santai dari pada di Puskesmas," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]