Sabtu, 04 Sep 2021 15:32 WIB

Butuh Sertifikat, Pasien Isoman di Poso Nekat Divaksin hingga Dilarikan ke IGD

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Nakes dengan mengenakan APD lengkap mengantarkan pasien di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Seorang pasien COVID-19 di Poso dilarikan ke IGD setelah nekat melakukan vaksinasi. (Foto ilustrasi: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Poso, Sulawesi Tengah, dilaporkan nekat melakukan vaksinasi COVID-19 ketika sedang menjalani isolasi mandiri. Akibatnya, ia langsung dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Poso, karena mengalami gejala mual dan demam tinggi usai divaksinasi.

Pasien COVID-19 bernama Saparudin (56) itu disebut nekat melakukan vaksinasi karena membutuhkan sertifikat vaksin untuk syarat administrasi perjalanan. Ia menerima vaksin COVID-19 pada Jumat (3/9/2021) di sebuah rumah sakit.

"Riwayatnya ini memang intinya pasien itu berbohong, ia tidak jujur ke rumah sakit. Jadi, informasinya ini satu minggu sebelum vaksinasi yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan rapid antigen dan ternyata hasilnya positif (COVID-19), hanya tidak dilaporkan," kata Munfail, call center RSUD Poso, kepada detikcom setelah mendapat izin dari Direktur RSUD Poso Jean S Rondonuwu, Sabtu (4/9/2021).

"Setelah satu minggu positif, isolasi mandiri di rumah, kemungkinan karena pasien ini ada maksud bepergian keluar kota. Dia datang ke vaksinasi di rumah sakit, hari Jumat. Setelah diskrining dia tidak mengaku, dia tidak ceritakan gejala apa yang dialami. Intinya dia tidak ngomong ke vaksinator, dia mengaku tidak ada masalah," sambungnya.

Hingga akhirnya, dalam waktu 30 menit setelah menerima vaksin COVID-19, Saparudin mengeluh mual dan pusing. Munfail mengatakan ketika malamnya Saparudin langsung dibawa ke ruang IGD di RSUD Poso dengan diantar sang istri.

Saat dilakukan kembali pemeriksaan rapid antigen, ternyata pasien positif COVID-19.

"Di IGD dilakukan pemeriksaan antigen dan ternyata hasilnya positif. Jadi posisinya pasien sekarang sedang dilakukan ruang isolasi RSUD Poso," jelasnya.

Berdasarkan pengakuan Saparudin dan istrinya, kata Munfail, ternyata sang pasien sempat mengeluhkan gejala batuk-batuk saat menjalani isolasi mandiri. Namun, ia tidak mengaku ketika diskrining vaksinasi COVID-19.



Simak Video "Lantamal III Turun Tangan Vaksinasi Ribuan Warga Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)