Jumat, 10 Sep 2021 07:08 WIB

Awas! Ini Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C

Sponsored - detikHealth
vitamin C Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi seakan mengubah kebiasaan hidup masyarakat, salah satunya yaitu lebih peduli terhadap kesehatan. Berbagai cara dilakukan untuk menjaga diri dari penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Pandemi membuat banyak orang mulai sadar menjaga pola makan, berolahraga, istirahat yang cukup hingga mengonsumsi suplemen kesehatan.

Konsumsi suplemen di saat pandemi agar nutrisi seperti vitamin D, zinc, dan vitamin C dapat terpenuhi dan daya tahan tubuh meningkat. Sebagaimana diketahui, vitamin dapat menunjang fungsi serta kinerja organ tubuh dan membantu meningkatkan kesehatan tubuh.

Vitamin C misalnya, penting untuk mendukung pertumbuhan, membantu melindungi sel-sel tubuh, dan membantu penyembuhan luka. Meski menawarkan segudang khasiat, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C melalui suplemen dapat menyebabkan efek samping yang bersifat ringan hingga berat. Adapun bahaya-bahaya tersebut dapat memberikan berbagai penyakit untuk tubuh.

Dilansir dari Mayoclinic, penyakit yang ditimbulkan akibat mengonsumsi banyak suplemen antara lain masalah pencernaan mulai dari mual, muntah, diare, kram perut, hingga maag. Kemudian dapat menyebabkan insomnia dan juga sakit kepala. Tak hanya itu, beberapa penyakit yang lebih parah juga bisa diderita bila overdosis vitamin C.

Dikutip dari Medicalnewstoday, terlalu banyak vitamin C dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal, tidak seimbangnya nutrisi hingga taji tulang atau osteosit. Kebanyakan mengonsumsi vitamin C juga dapat merusak efektivitas kemampuan tubuh untuk meningkatkan kolesterol high density lipoprotein (HDL) pada orang yang menggunakan obat kombinasi niacin-simvastatin

Overdosis vitamin C dapat mengakibatkan kelebihan zat besi yang disebabkan meningkatnya kadar besi yang aktif di dalam sel (mengubah feritin menjadi transferin), sehingga meningkatkan jumlah besi untuk dikenali oleh desferoksamin. Terlalu banyak besi bebas dapat menyebabkan peroksidasi membran lipid sehingga menimbulkan efek toksik pada jantung dan organ lainnya.

Oleh karena itu dianjurkan mengonsumsi vitamin C dosis rendah yaitu 100-250 mg/hari. Faktanya, hanya dengan mengonsumsi 100 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga 67%. Akibatnya, vitamin C dapat membantu mengurangi risiko anemia di antara orang-orang yang rentan kekurangan zat besi. Jadi setiap vitamin memiliki dosis harian yang sudah dianjurkan agar dapat memberi manfaat yang maksimal. .

Brand Activation dari PT Samco Farma, Apt. Nadia Zahrina Amalia mengatakan sebelum mengonsumsi vitamin peningkat daya tahan tubuh, sebaiknya ketahui dulu dosis harian yang dianjurkan.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian, PT Samco Farma memproduksi Samcemin, yaitu vitamin C 100 mg. Samcemin merupakan produk vitamin pertama yang diproduksi oleh Samco Farma yang sudah berdiri sejak tahun 1973.

Manfaat yang didapat oleh konsumen Samcemin antara lain: dapat menjaga daya tahan tubuh, menangkal dari virus yang akan masuk ke dalam tubuh, dan dapat mengonsumsi vitamin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Vitamin C Samcemin sudah terjamin keaslian obatnya, karena obat-obatan dan vitamin yang diproduksi oleh PT Samco Farma sudah teruji klinis sejak 1970. Selain itu setiap obat dan suplemen yang diproduksi oleh PT Samco Farma sudah terdaftar dan bersertifikat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

vitamin Cvitamin C Foto: Samco

Saat ini, Samcemin bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dan e-commerce seperti Shopee, Lazada dan Tokopedia. Keduanya juga bisa didapatkan melalui distributor-distributor PT Samco Farma yakni, PT Merapi Utama Pharma, PT Daya Muda Agung, dan PT Prima Galvin Sukses untuk area Jabodetabek atau dapat menghubungi Sales Representative, Almer di nomor 081288715581.

Adapun bagi yang berada di luar Jabodetabek, kedua produk ini bisa ditemukan pada distributor PT Cahaya Mutiara Farma untuk area Jawa Timur, PT Hapeel Pharmindo untuk area malang dan sekitarnya, PT Marrykha Mitra Mustika di Jawa Tengah, PT Kwatro mandiri Ekavisi di Jawa Barat, PT Mitra Bina Multi Sejahtera di Sumatera Utara, PT Talang Gugun Sari Nusantara di Sumatera Barat, PT Sinar Prima Lestari di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, PT Aditama Makmur Sentosa di Lampung, PT Nitijaya Cipta Makmur di Banjarmasin, dan PT Sehat Inti Permata di Bali dan Lombok.

(Content Promotion/Samcemin)