Jumat, 10 Sep 2021 07:32 WIB

Round Up

Fenomena Aneh CT Value 1,8 pada Pasien COVID-19 Tak Lazim, Apa Artinya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Tes swab COVID-19. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Seorang pasien COVID-19 di Surabaya dikabarkan memiliki nilai CT value 1,8. Nilai ini dianggap tidak bisa karena terendah yang pernah terdeteksi pun di berada di angka 5.

CT value dipakai para pakar dan ilmuwan untuk melihat seberapa banyak materi genetik atau viral load pada pasien COVID-19. Semakin rendah angka CT value, maka materi genetik pada pasien Corona semakin banyak.

Angka CT value 1,8 tidak lazim ini dikaitkan dengan infeksi dari varian baru COVID-19. Meski tidak mustahil, tapi para ahli sependapat bahwa untuk menentukan seseorang terinfeksi varian baru atau tidak, tetap membutuhkan tes genome sequencing.

"Kalau bicara varian baru ya kita harus lakukan menggunakan genome sequencing. Seperti kita ketahui apakah memang sequence 1 urutan genome itu memang berbeda dengan varian sebelumnya," beber ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua saat diwawancarai detikcom, Kamis (9/9/2021).

Angka 1,8 yang didapatkan pada pemeriksaan RT PCR juga masih diragukan. Terlebih angka ini ditentukan dari kekuatan siklus alat reagen yang dipakai.

Pasien Corona dengan angka CT value yang sama pun tidak bisa disamakan kondisinya. Sebab, selain faktor alat reagen, tiap pasien punya respons berbeda saat terinfeksi.

"CT Value itu kalau angkanya di bawah 5 bisa 1,2,3,4 sebetulnya tidak yakin bahwa ini benar-benar data real. Jangan-jangan itu hanya noise," ungkap pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo.

Namun, ia tidak menampik kemungkinan kebenaran angka CT Value 1,8 jika mesin yang dipakai lebih canggih sehingga bisa mendeteksi angka serendah itu.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)