Jumat, 10 Sep 2021 15:38 WIB

Riset: Masker Melorot 10 Detik, Orang Bisa Tertular Corona Varian Delta

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ini 5 Tips Aman Pakai dan Lepas Masker saat Makan di Restoran Seseorang dapat tertular virus Corona varian Delta hanya dalam waktu 10 detik. (Foto ilustrasi: Shutterstock)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 memang dapat melindungi seseorang dari virus Corona. Namun, vaksin bukanlah pelindung utama dari risiko paparan virus tersebut.

Anggota Komite Penasihat Ahli Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof DR dr Soedjatmiko, SpA(K), Msi, mengatakan pelindung paling utama dalam mencegah virus Corona adalah menggunakan masker. Masker yang menutupi mulut, hidung, dagu, dan pipi.

Berdasarkan riset yang dilakukan di Melbourne, Australia, seseorang bisa tertular virus Corona varian Delta (B1617.2) dalam waktu 10 detik ketika menurunkan maskernya.

"Ada satu penelitian di Melbourne, dalam 10 detik saja kalau masker kita melorot, maka varian Delta akan masuk," kata Prof Soedjatmiko dalam diskusi di kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Selasa (7/9/2021).

Maka dari itu, Prof Soedjatmiko mengimbau masyarakat untuk tidak menurunkan maskernya ketika berada di ruang publik. Apabila kamu sedang makan, usahakan tidak mengobrol dengan orang lain.

"Jadi langkah pertama yang sangat strategis adalah memakai masker, terutama yang sering bepergian keluar rumah. Kalau bisa di rumah pun tetap pakai masker, karena kalau dibuka, walaupun maskernya diganti, walaupun sudah mandi, kalau virus sudah terlanjur masuk ke saluran napas kita, itu masih bisa menularkan ke keluarga kita," jelasnya.

Menurut Prof Soedjatmiko, masker dapat melindungi seseorang dari virus Corona sebesar 77-79 persen. Hal ini telah dibuktikan dalam studi di China dan Thailand.

Sedangkan vaksin COVID-19 dapat memberikan perlindungan sebesar 65-95 persen, tergantung dari jumlah virus yang masuk dan varian virusnya.

"Vaksin ada gunanya, kalau virus terlanjur lolos masuk pada waktu kita makan, nggak sengaja, melorot-melorot sebentar, terlanjur masuk, virus itu akan masuk," ujarnya.

"Di situ vaksin akan merangsang kekebalan kita, tentara yang ada di dalam tubuh kita akan menyerang virus itu," sambungnya.

Kendati demikian, Prof Soedjatmiko juga mengimbau masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera mendapat vaksin COVID-19. Terutama bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok prioritas, seperti lansia, orang yang memiliki komorbid, dan anak-anak usia 12-17 tahun.

Apabila sudah divaksinasi, Prof Soedjatmiko menegaskan masyarakat untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan, terutama dalam menggunakan masker.



Simak Video "98% Virus Covid-19 yang Bersirkulasi di Dunia Adalah Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)