Sabtu, 11 Sep 2021 13:31 WIB

Thailand Uji Coba Tes COVID-19 dari Keringat di Ketiak

Ayunda Septiani - detikHealth
Corona Virus test report Stock Image, Test tube Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko
Jakarta -

Thailand saat ini tengah mengembangkan alat pendeteksi virus COVID-19 dari keringat ketiak.

Menurut para peneliti, keringat ketiak mungkin mengandung sampel virus COVID-19. Alat deteksi virus jenis baru ini pun akan diuji coba kepada pedagang di sebuah pasar di Ibu Kota Bangkok pada pekan ini.

"Dari sampel, kami menemukan bahwa orang yang terinfeksi COVID-19 mengeluarkan bahan kimia yang sangat berbeda," jelas dr Chadin Kulsing, salah satu peneliti dari Universitas Chulalongkorn Bangkok, pada Kamis (9/9).

"Kami menggunakan temuan ini untuk mengembangkan alat pendeteksi bau spesifik yang dihasilkan oleh bakteri tertentu dalam keringat pasien COVID-19," tambahnya.

Selain itu, Chadin mengklaim bahwa tes COVID-19 dengan alat ini 95 persen akurat. Ia juga berharap tes ini dapat menjadi salah satu alternatif alat deteksi COVID-19 dengan harga yang lebih terjangkau dari polymerase chain reaction (PCR) dan antigen.

HIngga saat ini, alat tersebut masih dalam tahap pengembangan. Penelitian terkait perangkat ini pun belum dipublikasi atau diverifikasi oleh lembaga berwenang.

Alat tes COVID-19 dari keringat ini mengadaptasi perangkat yang biasanya digunakan untuk mendeteksi bahan kimia beracun. Nantinya, pasien akan diminta meletakkan kapas di bawah lengan selama 15 menit, sebelum kapas dimasukkan ke dalam botol kaca dan disterilkan dengan sinar ultraviolet. Hasilnya akan selesai dalam waktu 30 detik saja.

"Teknisi kemudian mengambil sampel dalam jumlah yang sesuai menggunakan selang hisap dan menekan itu ke dalam botol pengujian untuk mengetahui hasilnya," kata Chadin.

Respon masyarakat akan tes ketiak ini terbilang positif. Para pedagang di pasar Bangkok berpendapat alat ini lebih nyaman digunakan dibandingkan tes swab lewat hidung.

"Dengan tes PCR saya harus berada di laboratorium tempat pengujian, duduk, dan menunggu hasilnya dan itu hanya membuang waktu saya," jelas salah satu warga, dikutip dari laman Straits Times.



Simak Video "PCR Jadi Syarat Terbang, Ahli: Vaksin Saja Tak Cukup Melindungi Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)