Sabtu, 11 Sep 2021 14:22 WIB

Heboh AS Danai Riset Corona di Lab Wuhan, Bukti COVID-19 Rekayasa? Ini Faktanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tim peneliti WHO mendatangi Wuhan,China, untuk selidiki asal-usul virus Corona. Salah satu lokasi yang ddatangi tim peneliti WHO adalah Pasar Baishazhou. (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, heboh kabar soal dokumen 'bocor' yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat mendanai penelitian terkait riset virus Corona di Wuhan, China. Diduga salah satu bagian dari riset tersebut adalah eksperimen untuk mengubah virus Corona, sehingga virus tersebut bisa menginfeksi manusia.

Dokumen-dokumen tersebut berhasil didapatkan oleh The Intercept yang berisi lebih dari 900 halaman. Isi dari dokumen tersebut berkaitan dengan penelitian virus Corona yang didanai Amerika Serikat (AS) di China yang dirilis menyusul gugatan FIOA.

Menanggapi kabar tersebut, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo mengungkapkan bahwa dokumen 'bocor' yang dimaksud adalah dokumen proposal penelitian virus SARS-CoV-1.

"Yang dimaksud dokumen 'bocor' itu sebenarnya dokumen proposal penelitian virus SARS-CoV-1 penyebab SARS antara peneliti virus di Amerika (Daszak, Baric) dan Cina (Li peneliti senior di Wuhan Institute of Virology). Ada dua dokumen," katanya dalam cuitan di akun Twitternya, Sabtu (11/9/2021).

Dalam unggahannya, Ahmad mengatakan bahwa dokumen 'bocor' tersebut adalah bukti pendanaan pemerintah federal Amerika untuk melakukan EID SEARCH Emerging infectious Disease Search di Southeast Asia: Singapore, Thailand, Malaysia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas surveillance Asia Tenggara sebagai potential hotspot munculnya wabah virus tersebut.

Menurutnya, dokumen ini menjadi heboh karena banyak konspirasi yang menyebutkan bahwa data ini adalah bukti pendanaan penelitian AS-China untuk membuat virus baru.

"Lalu apa masalahnya? Masalahnya karena orang yang punya lensa konspirasi menganggap bahwa ini bukti pendanaan penelitian Amerika Cina untuk merekayasa virus baru. Padahal klo kita lihat publikasinya, mereka sangat fokus ke SARS," lanjutnya.

"Kalau kita lihat sekuen SARS-CoV-1 dan SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19) itu bedanya hampir 20%! Jadi kalau mau menuduh dokumen ini bukti rekayasa virus senjata biologis, harusnya yang muncul adalah WIV1coronavirus yang selama ini mereka modifikasi gen Spike nya! faktanya jauh banget," tegas Ahmad.



Simak Video "Bantahan Pakar di China soal Virus Covid-19 Berasal dari Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya