Minggu, 12 Sep 2021 13:21 WIB

Terpopuler Sepekan

CT Value 1,8 Pasien COVID-19 di Surabaya Bikin Geger, Ini Penjelasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Corona Virus test report Stock Image, Test tube Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko
Jakarta -

Seorang pasien COVID-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya bikin geger lantaran memiliki CT Value 1,8. Padahal umumnya, pasien dengan CT Value 25 ke bawah pun diyakini sudah waswas lantaran artinya, jumlah virus dalam tubuh banyak. Lantas jika CT Value sampai 1,8, apakah artinya jumlah virus Corona dalam tubuh meledak-ledak?

"Memang di beberapa pasien ditemukan CT value rendah. Cuma yang perlu diwaspadai saat kita menghitung CT value itu, harus memperhatikan alat dan reagen yang digunakan," ujar dokter Penanggung Jawab Pelayanan RSLI, Fauqa Arinil Aulia, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (12/9/2021).

Ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua menerangkan CT Value adalah patokan estimasi jumlah virus dalam sampel pasien berdasarkan hasil pemeriksaan COVID-19 metode real time PCR. Lantaran bergantung pada siklus alat reagen, semakin tinggi angka CT Value yang muncul maka semakin sedikit estimasi jumlah virus dalam tubuh.

Akan tetapi, dr Tonang menegaskan CT Value bukanlah patokan untuk menentukan kondisi pasien COVID-19 dengan angka yang sama. Sebab selain dipengaruhi kekuatan alat, kondisi pasien juga dipengaruhi kemampuan respons tubuh.

"CT Value itu ditentukan betul oleh reagen yang dipakai karena ini ditentukan oleh kekuatan cycle atau siklus yang diberikan oleh alat reagen masing-masing tersebut. Maka memang harus berhati-hati untuk membandingkan nilai CT antar orang karena ditentukan oleh alat reagen yang mana," terang dr Tonang saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

"Berarti kalau ternyata kita mendapatkan hasil CT Value yang sama maka kita pastikan dulu alat reagennya. Seandainya ternyata alat reagennya sudah sama, CT Valuenya 2 orang itu sama, maka tidak pasti bahwa kondisi tubuh kedua orang tersebut sama. Mengapa? Karena tentu respons setiap orang berbeda terhadap virus yang masuk," sambungnya.

Benarkah CT Value bisa sampai 1,8?

Menanggapi kabar pasien COVID-19 dengan CT Value 1,8, dr Tonang menyebut alat reagen yang digunakan perlu dipastikan kembali. Sebab umumnya, angka paling rendah CT Value dari realtime PCR yang pernah ditemukan adalah 3, itu pun amat jarang.

"1,8 ini sebetulnya saya agak ragu karena sepanjang saya tahu, alat reagen real time PCR istilahnya paling rendah memberikan angka CT Value itu setahu saya paling rendah 3. Itu sudah sangat-sangat jarang terjadi. Kalau sampai di bawah 3, rasanya kita perlu pastikan dulu ya ini menggunakan alat reagen yang mana," jelas dr Tonang.

Ia menambahkan, bukan mustahil temuan CT Value ini disebabkan infeksi varian Corona baru. Namun ditegaskan, hal ini perlu dipastikan dengan genome sequencing.

"Kalau misalnya betul kita mendapatkan angka yang ekstrim untuk CT apakah ini pasti varian baru? Ya belum tentu. Tapi kalau mengatakan ini apakah tidak mungkin varian baru? Ya mungkin saja. Jadi masih ada 2 kemungkinan. Kalau bicara varian baru ya kita harus lakukan menggunakan genome sequencing," pungkas dr Tonang.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya