Selasa, 14 Sep 2021 11:05 WIB

Kasus Turun Terus, Sudah 2 Minggu DKI Jakarta Nihil Zona Merah COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. COVID-19 di DKI Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dua minggu berturut-turut DKI Jakarta terbebas dari zona merah COVID-19. Seluruh wilayah di ibu kota kini masih bertahan di dalam zona risiko rendah dan sedang, atau zona kuning dan oranye.

Hal ini tercantum dalam data laporan wilayah pengendalian ketat (WPK) di corona.jakarta.id periode 13-19 September 2021. Diketahui, DKI Jakarta telah terbebas dari zona merah COVID-19 sejak periode sebelumnya, yakni pada 6-12 September 2021.

Sementara itu, wilayah DKI Jakarta yang masih masuk ke dalam zona oranye COVID-19 paling banyak berada di Jakarta Timur. Dua titik berada di Kelurahan Ciracas.

Berikut detail zona oranye COVID-19 di DKI Jakarta.

Jakarta Timur:

  • Kel. Batu Ampar, RT 009, RW 005
  • Kel. Cibubur, RT 004, RW 009
  • Kel. Cilangkap, RT 004, RW 004
  • Kel. Ciracas, RT 001, RW 004
  • Kel. Ciracas, RT 001, RW 005
  • Kel. Lubang Buaya, RT 001, RW 007.

Jakarta Selatan:

  • Kel. Tanjung Barat, RT 009, RW 001
  • Kel. Tanjung Barat, RT 004, RW 001.

Jakarta Utara:

  • Kel. Pademangan Barat, RT 010, RW 013.

Kondisi ini dapat menandakan perkembangan COVID-19 di Jakarta yang terus mengalami perbaikan. Apabila dilihat dari perkembangannya, kasus harian Corona di ibu kota konsisten berada di bawah angka 500 kasus dalam sepekan terakhir.

Berikut detail kasus harian Corona di DKI Jakarta selama sepekan terakhir.

  • Senin (13/9/2021): 187 kasus
  • Minggu (12/9/2021): 306 kasus
  • Sabtu (11/9/2021): 268 kasus
  • Jumat (10/9/2021): 261 kasus
  • Kamis (9/9/2021): 308 kasus
  • Rabu (8/9/2021): 428 kasus
  • Selasa (7/9/2021): 262 kasus.

Selain itu, DKI Jakarta masih masuk ke dalam PPKM level 3. Dalam aturan terbarunya, kini setiap orang yang hendak belanja di supermarket wajib memakai aplikasi PeduliLindungi.

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2021 PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Untuk supermarket dan hypermart wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungti mulai tanggal 14 September," demikian aturan yang tertulis di Inmendagri No 39, dikutip detikcom Selasa (14/9/2021).



Simak Video "Dinkes Sebut Kenaikan Kasus COVID-19 DKI Seperti De Javu"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)