Kamis, 16 Sep 2021 09:08 WIB

Jabar, Jatim, Banten Disorot WHO! Mobilitas Naik Seperti Sebelum Pandemi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air dinilai sebagai tanda Indonesia kini tengah hadapi gelombang kedua Corona. Akibat hal itu, zona merah pun bertambah. WHO soroti provinsi di Jawa dan Bali dengan mobilitas yang kembali tinggi seperti sebelum pandemi. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti peningkatan mobilitas di Indonesia seperti sebelum pandemi Corona di provinsi Jawa dan Bali. Peningkatan mobilitas paling banyak terjadi di ritel rekreasi hingga stasiun kereta.

"Terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten, yang telah mencapai tingkat mobilitas pra pandemi," ungkap WHO dalam laporan mingguan per Rabu, 15 September 2021.

"Diperlukan rencana untuk mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan dampak mobilitas terhadap transmisi dan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan daerah," sambung laporan WHO.

WHO menjelaskan analisis mobilitas penting menjadi perhatian untuk memantau kebijakan pergerakan orang selama pandemi.

"Peningkatan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan interaksi di antara orang-orang, yang dapat memengaruhi penularan COVID-19," tulis WHO.

Namun, kabar baiknya positivity rate yang mencapai puncak di pertengahan Juli dengan 30,5 persen disoroti WHO menurun drastis dengan capaian testing minimal di hampir seluruh provinsi Indonesia.

"Selama minggu 6 sampai 12 September, proporsi positif menurun menjadi 4,0 persen dari 6,6 persen pada minggu sebelumnya. Persentase sampel positif dapat diinterpretasikan secara andal hanya dengan pengawasan dan pengujian komprehensif dalam urutan satu orang yang diuji per 1000 populasi per minggu."

"Per 5 September, semua provinsi telah mencapai tolok ukur deteksi kasus minimum."



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)