Kamis, 16 Sep 2021 18:33 WIB

Eka Hospital Hadirkan Pusat Aritmia Jantung & Alat Pacu Jantung

Sponsored - detikHealth
Eka Hospital Foto: Eka Hospital
Jakarta -

Tahukah Anda, dalam keadaan normal jantung kita berdenyut sekitar 60-100 kali setiap menitnya? Artinya, dalam kurun waktu 24 jam, jantung berdenyut sekitar 100.000 kali. Namun, bagaimana jika denyut jantung Anda sering tidak beraturan? Kelainan irama atau laju jantung ini disebut aritmia yang umumnya disertai dengan sejumlah gejala seperti berdebar, sesak nafas, nyeri dada, pusing dan pingsan. Lantas, apakah aritmia dapat disembuhkan?

"Secara umum, aritmia dapat disembuhkan jika ditangani dengan baik. Namun, tidak banyak dokter spesialis jantung yang juga merupakan konsultan aritmia. Bahkan jumlahnya hanya berkisar 30-40 dokter di seluruh Indonesia. Di Eka Hospital, kami memiliki 4 dokter spesialis jantung yang juga merupakan konsultan aritmia. Selain itu, kami juga memiliki fasilitas pemasangan alat pacu jantung untuk pasien dengan keluhan denyut jantung yang lemah, serta fasilitas programming untuk pasien-pasien pasca pemasangan alat jantung," ujar Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital, drg. Rina Setiawati dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, DR. Dr. M. Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI menambahkan aritmia dapat diartikan dalam dua kondisi. Pertama, takikardia yaitu denyut jantung terlalu cepat, lebih dari 100 kali per menit pada usia dewasa dalam kondisi istirahat. Dan bradikardia, kondisi denyut jantung terlalu lambat, di bawah 60 kali per menit pada usia dewasa.

Takikardia umumnya didiagnosa dengan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Untuk pemeriksaan dalam waktu yang lebih panjang, bisa menggunakan holter atau implantable loop recorder guna mendeteksi gangguan irama jantung. Di sisi lain, denyut jantung akan semakin pelan (bradikardia) seiring pertambahan usia karena penurunan kualitas dari generator dan saluran listrik di jantung. Hal inilah yang dapat membuat denyut jantung melambat di bawah 60 kali per menit.

Eka HospitalFoto: Eka Hospital

"Pelambatan ini membuat jantung tidak sanggup memompa darah ke berbagai organ vital dalam tubuh dan berakibat pada kesehatan misalnya sering pusing, kelelahan, hingga pingsan. Keluhan berat dapat berupa nyeri dada, sesak nafas, hingga stroke," tutur dokter yang berpraktek di Eka Hospital BSD Tangerang tersebut.

Untuk mengatasinya, pasien membutuhkan alat pacu jantung permanen (permanent pacemaker) terdiri dari generator (ditanam di bawah kulit dinding dada) dan lead atau kabel (penghantar listrik dari generator ke jantung), yang membantu jantung pasien kembali berdenyut dengan normal. Proses pemasangan alat pacu jantung ini dikerjakan di ruangan kateterisasi jantung dengan bantuan alat fluoroskopi untuk memastikan lokasi penempatan. Tindakan ini merupakan metode minim sayatan dan dikerjakan dengan bius lokal di daerah dinding dada sebelah kanan atau kiri.

Tidak hanya pemasangan, Eka Hospita melayani perawatan pasca pemasangan alat pacu jantung seperti cek baterai, reposisi alat pacu dan kabel pemasangan dengan pilihan dari penyedia alat pacu jantung seperti Medtronic, Biotronic, dan St Jude.

Eka HospitalFoto: Eka Hospital

Selain itu, Eka Hospital menghadirkan pusat penanganan aritmia yang cepat dengan fasilitas pemeriksaan listrik jantung dan tindakan kateter ablasi. Eka Hospital telah melakukan lebih dari 100 tindakan ablasi jantung setiap tahunnya, serta akan memiliki teknologi Cryo Ablation AF di tahun 2022. Melalui teknologi ini, durasi tindakan ablasi dapat dipersingkat menjadi 1-2 jam saja. Sementara tindakan dengan radiofrekuensi memakan waktu lebih lama, yakni 4-5 jam. Biaya pemasangan alat pacu jantung di Eka Hospital dimulai dari Rp 120 juta, sedangkan tindakan ablasi jantung berkisar dari Rp 108 juta hingga 180 jutaan.

Saat ini, Pusat Aritmia Jantung Eka Hospital didukung oleh 4 dokter profesional yakni:

  • DR. Dr. M. Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI
  • Dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA
  • Dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP, (K)
  • Dr. Haryadi, Sp.JP (K), FIHA

(Content Promotion/Eka Hospital)