Kamis, 16 Sep 2021 20:00 WIB

COVID-19 di RI Mereda Berkat Infeksi Alamiah? Ini Kata Pakar IDI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Baru-baru ini, ramai kabar rendahnya kasus COVID-19 di Indonesia disebabkan herd immunity sudah tercapai. Bukan karena vaksinasi COVID-19 mengingat cakupannya masih rendah, melainkan berkat infeksi alamiah seiring lonjakan kasus COVID-10 besar-besaran Juli lalu.

"Kita pernah mengalami kasus yang berat ya, meningkat tinggi, itu pun masih banyak yang tidak terdeteksi karena testing kita segitu-segitu saja kan," terang pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo pada detikcom.

"Dan itu perkiraan saya sudah terjadi kekebalan komunitas yang artinya kekebalan itu sudah ada di komunitas besar sekali jadi turun-turun sendiri, memuncak, tinggi terus terus, tetapi mengalami kematian yang besar, kita kan kasus kematiannya besar kemarin," lanjutnya.

Pada kesempatan lain, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyebut pada dasarnya, tidak ada strategi untuk membentuk kekebalan alamiah dalam menghadapi wabah.

Menurutnya mengacu pada sejarah, wabah yang berhasil teratasi di Indonesia selau mengandalkan vaksinasi.

"Pandemi bisa reda karena kekebalan alami dan tanpa vaksin? Kita bicara sejarah saja. Tak ada strategi kekebalan alami untuk melawan wabah. Yang tercatat sejarah ialah memakai vaksin. Contoh yang berhasil teratasi di Indonesia: cacar dan polio. Tentu tak sebentar. Butuh waktu," ujarnya lewat akun resmi Twitter @ProfesorZubairi, Kamis (16/9/2021).

Sejalan dengan pernyataan Prof Zubairi, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut terdapat banyak faktor di balik meredanya kasus COVID-19 di Indonesia. Namun tercapainya herd immunity dipengaruhi oleh keberhasilan cakupan vaksinasi. Pasalnya, uji klinis vaksin mempertimbangkan salah satunya estimasi sasaran vaksinasi.

"Tapi kalau herd immunity ini didapatkan dari cakupan vaksinasi, karena titer antibodi standar sesuai hasil uji klinis," sambungnya.



Simak Video "Masihkah Relevan Angka 70% Populasi Divaksinasi untuk Capai Herd Immunity?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya