Jumat, 17 Sep 2021 06:25 WIB

Siklus Haid Berantakan Usai Divaksin COVID-19, Normal? Ini Penjelasan Terbaru

Vidya Pinandhita - detikHealth
Torso of an unrecognizable woman is showing red square card to camera representing with menstruation written in white. Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik
Jakarta -

Vaksin COVID-19 sempat disebut-sebut memengaruhi siklus menstruasi wanita. Namun lantaran tak kunjung ada data pasti, pakar menegaskan kabar ini perlu dikaji lebih lanjut. Meski tak ada efek berbahaya, siklus menstruasi amat penting bagi sejumlah wanita memperkirakan kehamilan.

"Jika hubungan vaksinasi terhadap perubahan menstruasi dikonfirmasi, informasi ini akan membantu orang-orang untuk merencanakan siklus menstruasi yang berpotensi berubah. Informasi jelas sangat penting bagi mereka yang mengandalkan siklus menstruasi untuk mencapai atau menghindari kehamilan," ujar spesialis reproduksi di Imperial College London, Dr Victoria Male, dikutip dari CNN, Kamis (16/9/2021).

"Perubahan menstruasi telah dilaporkan setelah vaksin COVID-19 vektor mRNA dan adenovirus, menunjukkan bahwa jika tidak ada hubungan, kemungkinan besar merupakan hasil respons imun terhadap vaksinasi daripada komponen vaksin tertentu," lanjutnya.

Pendapat lainnya, Institut Nasional Kesehatan Anak dan Perkembangan Manusia NIH menyebut terdapat sejumlah faktor penyebab perubahan siklus menstruasi. Misalnya, terkait interaksi kompleks antara jaringan tubuh, sel, dan hormon yang terpengaruh oleh respons imun terhadap vaksin COVID-19.

Namun di samping pengaruh vaksin COVID-19, NIH meyakini terdapat faktor-faktor lain di balik perubahan siklus menstruasi di tengah situasi pandemi COVID-19. Misalnya, disebabkan perubahan gaya hidup dan stres.

"Respons imun terhadap vaksin COVID-19 dapat memengaruhi interaksi antara sel imun dan sinyal dalam rahim, menyebabkan perubahan sementara dalam siklus menstruasi," terang NIH dalam keterangan tertulis yang rilis pada 30 Agustus 2021.

"Faktor lain yang dapat menyebabkan perubahan menstruasi termasuk stres karena pandemi, perubahan gaya hidup karena pandemi, atau infeksi SARS-CoV-2 (COVID-19)," sambungnya.



Simak Video "EMA: Vaksin Corona Tidak Ganggu Siklus Menstruasi Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)